Umar Kei Ikut Dinginkan Bekasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi kekerasan akhir-akhir ini di Jakarta dan sekitarnya, pada suatu titik melibatkan sejumlah tokoh yang selama ini dikaitkan dengan dunia premanisme. Bentrok antara Warga Kampung Rawabambu, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, melawan anak buah John Kei, melibatkan Umar Ohoitenan alias Umar Kei.

Sedangkan kasus penyerbuan rumah duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, melibatkan Hercules. Keterlibatan dua orang tersebut bukan ikut dalam bentrokan dan penyerbuan, melainkan diminta bantuan menyelesaikannya.

Umar Kei terlibat dalam kasus bentrokan di Bekasi setelah dimintai bantuan oleh Tito Refra, adik kandung John Kei yang juga seorang pengacara. Demikian pula Hercules, pernah dimintai bantuan polisi untuk mencari orang-orang yang diduga terlibat langsung dalam kasus penyerbuan di rumah duka RSPAD.

Nama Hercules juga disebut-sebut karena seorang tersangka, Ny Irene Sophia Tupessy alias Renny, ditangkap Polda Metro Jaya di rumah Hercules, di Indramayu, Jawa Barat.

"Saya pernah diminta bantuan polisi mencari Edward Tupessy alias Edo. Saya sudah lama mendengar nama Edo, namun belum pernah bertemu muka secara langsung," kata Hercules, ketika ditemui di rumah Daud Kei, tokoh warga Maluku asal Pulau Kei, di Karet Tangsin, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3/2012) malam.

Umar Kei mengaku dihubungi Tito Refra sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa (20/3/2012). "Tito menginformasikan ratusan warga Kampung Rawabambu menyerang perumahan Tytian Indah, Kota Bekasi," katanya.

Umar yang juga ditemui di rumah Daud Kei mengungkapkan, dia langsung meluncur ke perumahan Tytyan Indah, tempat tinggal keluarga John Kei dan anak buahnya. Di depan perumahan tersebut Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) itu mendapati suasana mencekam.

Ada kumpulan massa serta sejumlah petugas Polri dan TNI yang bersiaga di lokasi itu. Umar mengaku ia juga sempat berkonsolidasi dengan Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Priyo Widyanto, Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Dedy Murti, serta sejumlah anggota TNI.

"Saya menemui warga, tahu apa sebab musabab bentrokan itu. Ternyata tidak ada tokoh warga yang dituakan untuk memberi penjelasan," katanya.

Umar kemudian menemui Tito, dengan pengawalan polisi. Tito mengatakan kepada Umar, kejadian berawal saat dua orang anggota kelompok Kei dipukuli warga Kampung Rawabambu, Minggu (18/3/2012) malam. Keributan berlanjut hingga Selasa dini hari. ADI SUHENDI/NUR MULIA REKSO

Selengkapnya dapat dibaca di Digital Newspaper Tribun Jakarta edisi pagi, Minggu (25/3/2012).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.