Umar Patek, Nomor Sepatu dan Senyum Hakim

TEMPO.CO, Jakarta -Pengadilan Negeri Jakarta Barat kembali menggelar persidangan Umar Patek dengan agenda pembelaan, Kamis 31 Mei 2012. Pledoi Patek berjudul 'Bila Rusa Dibilang Gajah'.

Patek mengilustrasikan keadilan dengan ukuran sepatu. "Mereka yang ukuran sepatunya 37, pasti akan kedodoran jika harus memakai ukuran 46," kata Patek dalam sidang hari Kamis, 31 Mei 2012. Pernyataan tersebut membuat pengunjung sidang tersenyum, termasuk ketua majelis hakim, Encep Yuliardi.

Umar Patek dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana terorisme. Patek dihadapkan pada Pasal 15 juncto Pasal 9 dan Pasal 13 huruf c Undang-Undang Terorisme. Patek pun dijerat Pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Patek juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, serta Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan dan penggunaan bahan peledak tanpa izin. Jaksa pun telah meminta majelis hakin untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara seumur hidup.

Umar Patek alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab dihadapkan pada enam dakwaan. Ia dinilai melanggar sejumlah pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme. Dakwaan pertama adalah dugaan memasukkan senjata api dari Filipina ke Indonesia. Kedua, terkait dengan pemberian bantuan pada Dulmatin, Warsito, dan Sibgoh untuk melakukan uji coba tiga pucuk senjata M-16.

Ketiga, Umar Patek dengan sengaja dan terencana merampas nyawa orang lain, yaitu sebagai salah satu pelaku Bom Bali I yang menewaskan 192 orang. Bom itu meledak di tiga lokasi, yaitu sebelah selatan kantor Konsulat Amerika Serikat, di dalam Paddy''s Pub, dan di depan Sari Club, Denpasar, pada 12 Oktober 2002.

Dakwaan keempat dan kelima terkait pemalsuan paspor atas nama Anis Alawi Jafar. Paspor tersebut digunakan untuk berangkat ke Lahore, Pakistan, bersama sang istri, Fatimah Zahra. Terakhir, jaksa mendakwa Umar Patek sebagai aktor peledakan enam gereja pada 24 Desember 2000. Gereja yang diledakkan adalah Gereja Katedral Jakarta, Gereja Kanisius, Gereja Oikumene, Gereja Santo Yosep, Gereja Koinonia, dan Gereja Anglikan.

MARIA YUNIAR

Berita lain:

Sosok Umar Patek

Umar Patek: Bila Rusa Dibilang Gajah

Pengacara: Mudah-Mudahan Umar Patek Sudah Siap

Umar Patek Pernah Titip Senjata di Filipina

Umar Patek Akui Bantu Azahari Bikin Bom Bali

Ke Pakistan, Umar Patek Pakai Nama Anis Alawi

FBR dan Kubu Ambon Bentrok di Sawah Besar

Penculik Rizki Ternyata Ayah Kandung

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.