UMI dukung program satu desa satu sarjana di Gowa

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendukung Program Satu Desa, Satu Sarjana yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel.

Wakil Rektor V UMI Prof Dr HM Hattah Fattah MS dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan melalui Fakultas Hukum dan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis UMI telah menjalin kerja sama dengan empat pemerintah desa di Gowa untuk menyukseskan program tersebut.

Pemerintah Desa tersebut yaitu Desa Barembeng, Desa Je’nemadinging, Desa Majannang, dan Desa Romangloe di Kabupaten Gowa.

"Semoga kerja sama antara UMI dan Pemerintah Kabupaten Gowa dapat terus saling mendukung dan mensukseskan demi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Gowa," ujarnya.

Baca juga: Menteri PDT: sarjana perlu kembali ke desa
Baca juga: PT Timah tingkatkan kualitas PKB wujudkan satu sarjana per desa

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan Program Satu Sarjana Satu Desa/Kelurahan yang merupakan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi yang ada di desa dan kelurahan. Program ini memakai dana desa dan dana kelurahannya.

“Dengan kolaborasi seluruh universitas yang ada maka Insya Allah kita bisa mencetak SDM yang lebih unggul di masa yang akan datang. Karena dengan kolaborasi maka yakin dan percaya kita mampu membangun kabupaten Gowa ini yang lebih baik ke depan,” jelas orang nomor satu di Gowa itu.

Tidak hanya itu, di tahun 2022 ini Gowa juga telah menerima 29 penghargaan, sehingga total sejak Adnan – Kio menjabat telah menerima sebanyak 165 penghargaan, baik di tingkat nasional, regional maupun provinsi.

“Ini semua berkat kerja sama dan kerja keras kita semua sehingga kita dapat membangun Butta Gowa yang kita cintai ini dan Insya Allah bisa terus berlanjut di masa yang akan datang,” tutup Alumni Magister Hukum PPs-UMI tersebut.

Baca juga: Baznas berikan beasiswa generasi muda Sulteng untuk jenjang sarjana
Baca juga: PPA serahkan beasiswa sarjana Anak Mentawai
Baca juga: "Sarjana masuk desa" akan kembali digalakkan