UMI Makassar fokus meraih akreditasi internasional

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar fokus meraih akreditasi internasional dalam mewujudkan sebagai perguruan tinggi berkelas internasional.

Sederet faktor penentu kualitas perguruan tinggi berkaliber dunia telah disiapkan mulai sosialisasi persiapan akreditasi internasional, Sosialisasi LAM dan BAN, Software IPEPA (Instrumen Pemantauan dan Peringkat Akreditasi), Penerapan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal).

"Kita harus bisa menargetkan beberapa waktu ke depan sudah ada yang terakreditasi internasional. Jadi program studi yang A juga Unggul supaya menyiapkan diri untuk mengusulkan akreditasi Internasional," kata Rektor UMI Prof Basri Modding SE MSi dalam keterangannya di Makassar, Kamis.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI itu mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang telah berstatus Akreditasi Unggul, UMI sudah harus lebih cepat dan gesit dalam mengadaptasi sistem pendidikan yang maju.

Baca juga: UMI Makassar gelar pelatihan pendampingan proses produksi halal

Baca juga: Tim Bioetika FK UMI paparkan dilema etika medis di konferensi Portugal

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMI Dr Hanafi Ashad, menyebutkan empat agenda pokok disampaikan tim wujud komitmen mengantar terutama persiapan program studi Akreditasi Internasional, Sosialisasi LAM dan BAN.

Software IPEPA berupa penamaan aplikasi. Namanya aplikasi pemantauan evaluasi peringkat akreditasi program studi. Sehingga aplikasi nanti didistribusikan ke seluruh prodi.

"Keuntungannya semua prodi bisa mengatur secara dini statusnya terkait peluang yang secara otomatis mempertahankan level akreditasi, terutama prodi yang bersentuhan langsung BAN PT," kata Hanafi Ashad.*

Baca juga: Hasilkan profit, UMI Makassar dorong inovasi riset dosen dipublikasi

Baca juga: Rektor UMI Basri Modding siap maju jadi Ketua APTISI Wilayah IX

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel