Umi Pipik Ungkap Cerita Mengejutkan, Dipoligami Mendiang Uje saat Sakit Keras

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Secara mengejutkan, Umi Pipik akhirnya buka-bukaan soal mendiang suaminya Ustaz Jefri Al Buchori atau Uje. Umi Pipik membuat pengakuan mengejutkan bahwa Uje pernah melakukan poligami.

Umi Pipik baru mengungkap cerita ini setelah Uje meninggal dunia 8 tahun yang lalu. Menurut dirinya, bila dirinya menceritakan dulu, hal tersebut dianggapnya tidak bermanfaat. Keluarga besar Uje juga mengaku kaget saat mengetahui cerita ini.

“Keluarga besar pun, maaf Uje poligami segala macam (saya nggak cerita) mungkin baru tahu setelah saya cerita pas beliau meninggal. Mereka (keluarga) sempat kaget, (saya) nggak pernah cerita," kata Umi Pipik dilihat dalam vlog Venna Melinda, Kamis (6/5/2021).

Poligami

Umi Pipik saat diwawancara Venna Melinda
Umi Pipik saat diwawancara Venna Melinda

Menurut Pipik, soal poligami almarhum suaminya semasa hidup tidak pernah diungkapnya karena menganggap itu tidak ada manfaat. Dirinya mengetahui dan hanya menjalaninya.

“Karena saya memang buat apa, kan kita yang jalani, bukan orang lain. Sebisa mungkin orang lain yang bahagia aja gitu," ucapnya.

Sakit Keras

Banyak warganet menulis kata pelakor dalam akun Instagram atas nama Umi Pipik (Instagram/@umipipik_)
Banyak warganet menulis kata pelakor dalam akun Instagram atas nama Umi Pipik (Instagram/@umipipik_)

Yang mengejutkan lagi, ibu empat anak ini mengatakan bahwa suaminya memutuskan berpoligami saat kondisi Umi Pipik sedang sakit keras, tumor kelenjar getah bening.

Namun penyakit itu tidak diceritakan ke anak-anaknya. Tapi setelah tahu masalah yang dihadapi Umi Pipik, putranya, Abidzar Al-Ghifari, mengungkap reaksi kaget.

Sedih

Umi Pipik membeberkan dirinya tak mau memberitahu karena enggan anak-anaknya jadi kepikiran hingga bersedih.

“Makanya saya waktu sempat sakit itu, Abidzar kaget gitu yang tahu itu kok enggak pernah cerita. Ya emang nggak mau anak-anak jadi kepikiran, anak-anak jadi sedih, nggak mau jadi yang harus gimana, dan akhirnya anak-anak harus bekerja keras cari uang. Saya bisa sendiri ya sendiri gitu nggak perlu orang lain tahu,” pungkasnya.