UMJ, dari Umat untuk Bangsa

Asri nan islami. Itulah kesan pertama ketika menginjakkan kaki di kompleks kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Cirendeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kampus yang terletak di selatan Jakarta itu memang dipenuhi dengan pepohonan yang rindang dan tanam-tanaman hias yang tertata rapi sehingga tampak asri.

Lokasi kampus yang sengaja dibangun jauh dari kebisingan lalu lintas Jakarta yang penuh polusi, menambah kenyamanan siapa saja yang masuk kampus yang terhampar di lembah Situ Gintung yang terkenal itu. Lokasi yang asri dan sunyi ini sangat kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

Begitu memasuki gedung kampus UMJ yang cukup representatif, terpampang aneka kalimat inspiratif dalam bentuk banner atau kaligrafi yang indah, baik yang bersumber dari ayat Al Qur’an, hadits atau mutiara hikmah lainnya. Intinya motivasi bagi mahasiswa dan civitas akademika pada umumnya untuk giat menuntut ilmu, ganjaran bagi orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan, berperilaku yang santun dan islami, berbusana muslim, menjaga kebersihan dan kesehatan serta larangan merokok di area kampus.

Suasana islami itu tampaknya sesuai dengan visi UMJ, “Menjadikan universitas yang terkemuka, modern dan islami.” Visi itu yang akan menjiwai seluruh program kerja, kegiatan dan proses pendidikan yang berlangsung di UMJ.

Di bawah kepemimpinan Rektor UMJ Prof. Dr. Hj. Masyitoh, yang dibantu empat Wakil Rektor, UMJ terus memantapkan langkahnya menuju universitas modern dan islami dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan dilandasi oleh nilai-nilai etika, dan moral Islami.

Ditemui di sela-sela jadwalnya yang sangat padat, Rektor UMJ Prof. Dr. Hj. Masyitoh menyatakan untuk mewujudkan obsesinya itu, ia meminta semua pimpinan di lingkungan UMJ menerapkan manajemen nubuwwah atau prophetic management yakni shidiq (transparan), amanah (akuntabel), tabligh (komunikatif) dan fathonah (cerdas secara IQ, EQ dan SQ). “Empat komponen itu perlu diimplementasikan secara profesional oleh pimpinan UMJ di semua level karena sesuai dengan jati diri institusi yang bernafaskan Islam, seperti UMJ ini,” papar Masyitoh.

Rektor perempuan satu-satunya

Guru Besar Pemikiran Islam di Fakultas Agama Islam UMJ itu merupakan satu-satunya rektor perempuan di lingkungan 155 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Saat ini adalah periode kedua (2011-2015) Masyitoh menjabat sebagai Rektor UMJ. Dipercayakannya kembali kepemimpinan UMJ kepada Masyitoh tidak lepas dari keberhasilannya pada masa jabatan sebelumnya. Masyitoh telah mengangkat citra UMJ bukan saja di mata nasional tapi juga internasional.

Empat tahun pertama masa kepemimpinannya, Masyitoh berhasil membangun kepercayaan masyarakat dan pemerintah pada UMJ, sehingga UMJ banyak mendapat bantuan dan hibah dari pemerintah dalam pengembangan sarana dan prasarana kampus. Pada masa kepemimpinan Masyitoh sebelumnya, UMJ mendapat bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat berupa Asrama Putra dan Asrama Putri yang kini berdiri kokoh di tengah-tengah kampus.

UMJ juga berhasil membangun gedung Fakultas Kedokteran dan Kesehatan yang cukup megah dengan biaya mandiri. Selain itu, UMJ juga mendapatkan dana hibah pengembangan adademik dari Ditjen Dikti Kemendiknas untuk membangun gedung Sekolah Pascasarjana dan Gedung Fakultas Hukum. Pasca musibah jebolnya tanggul Situ Gintung yang banyak merusak fasilitas kampus, UMJ mendapat bantuan dari CSR Pertamina untuk membangun Gedung Lab School Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Di bawah kepemimpinan Masyitoh, UMJ juga banyak menjalin kerjasama dengan lembaga internasional. Rektor UMJ mendapat kesempatan berkunjung ke berbagai negara untuk merintis kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan pada umumnya.

Selain  itu, UMJ juga banyak dikunjungi delegasi dari berbagai negara untuk melihat perkembangan kampus UMJ sebagai perguruan tinggi yang mengusung visi dan etika islami. Misalnya di akhir November 2009 lalu, tiga pimpinan Universitas Islam Rusia (Russian Islamic University,  Moscow Islamic University dan The North-Caucasian Islamic Center of Education and Science - Russia) yang berada di bawah Russian Mufties Council melakukan kunjungan ke beberapa Universitas Islam di Indonesia dan termasuk kunjungan resmi ke Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) dalam rangka mengembangkan syiar Islam dan memajukan lembaga pendidikan Islam di negara Russia.

Kerjasama internasional

Kerjasama dengan dunia internasional juga dilakukan UMJ, misalnya dengan Arab Aid – yang berpusat di Riyadh, yang akan membantu perluasan masjid Kampus dan pembangunan gedung lainnya. Selain itu, UMJ juga menjalin kerjasama dengan Fathullah Gülen Chair – yang berpusat di Turki, International Committee of Red Cross (ICRC) untuk sosialisasi hukum humaniter internasional, United Nations High Commissioner for Refugee (UNHCR) untuk sosialisasi hukum pengungsi internasional, dan juga UMJ banyak menjalin kerjasama dengan kedutaan besar lainnya. Dalam bidang akademik, UMJ juga menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di luar negeri.

Di masa mendatang, menurut Masyitoh, UMJ juga harus bisa membuka hubungan yang baik dengan semua kalangan, baik dalam negeri maupun luar negeri. “Memasuki era globalisasi, UMJ tak bisa menghindarkan diri dari pergaulan internasional. Karena itu, membangun relasi dengan berbagai kalangan, termasuk dengan pihak luar negeri, menjadi keniscayaan untuk memajukan UMJ” ujar profesor dalam bidang pemikiran Islam ini.

Penyelenggaraan Pendidikan

Di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), UMJ adalah perguruan tinggi tertua. Berdiri sejak 18 Nopember 1955, kini UMJ memiliki 39 Program Studi (Prodi) yang tersebar di 8 Fakultas (FISIP, Hukum, Ekonomi, Teknik, Agama Islam, Pertanian, Kedokteran dan Kesehatan, Ilmu Pendidikan), 8 Magister (Ilmu Hukum, Studi Islam, Manajemen, Ilmu Administrasi, Akuntansi, Komunikasi, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan), dan Program Diploma 3 (Otomotif dan Alat Berat, Keperawatan dan Kebidanan).

Menurut Wakil Rektor I (Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) A. Kahar Maranjaya, sebagian besar program studi tersebut telah terakreditasi dengan nilai yang cukup baik. Bahkan, cukup banyak program studi yang mendapatkan nilai akreditasi sangat baik (A). Kahar bertekad pada tahun 2013 semua program studi di lingkungan UMJ sudah terakreditasi dengan nilai yang memuaskan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Pada tahun akademik 2011-2012, pengembangan bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat harus diletakkan dalam kerangka pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dan Standar Akreditasi Program Studi sebagai parameter untuk penilaian kelayakan program dan satuan pendidikan di lingkungan UMJ,” ujar Kahar. 

Tenaga dosen

Saat ini UMJ memiliki dosen sebanyak 343 orang. Sebanyak 45 dosen tetap telah memiliki jenjang pendidikan doktor (S3) dan gelar akademik guru besar sebanyak 14 orang. Lebih dari 50% dosen UMJ bergelar master (S2) dan sebagian dari mereka kini sedang menyelesaikan program doktornya di berbagai bidang disiplin ilmu, baik di perguruan tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dengan potensi tenaga kependidikan yang memadai tersebut, UMJ terus meningkatkan kualitas kegiatan belajar dan mengajarnya. Untuk memenuhi standar profesionalisme dosen yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendiknas,  UMJ menyertakan para dosennya untuk mengikuti program sertifikasi dosen.

Sampai saat ini sudah cukup banyak dosen UMJ yang bersertifikat pendidik sebagai dosen profesional di bidangnya. “Sampai dengan tahun 2012, kami menargetkan seluruh dosen UMJ, khususnya  dosen tetap, yang memenuhi kualifikasi sudah lulus sertifikasi dosen,” lanjut Kahar kepada Republika Online.

Di bidang kemahasiswaan, mahasiswa UMJ cukup aktif dalam berbagai kegiatan yang edukatif dan konstruktif. Menurut Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) Ir. Sularno, M.Si, cukup banyak mahasiswa UMJ yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dalam berbagai event kemahasiswaan, seperti bidang olah raga, pencinta alam, debat mahasiswa maupun penelitian.

“Pimpinan universitas memberikan dukungan penuh kepada para mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya di berbagai bidang,” ujar Sularno. Jumlah mahasiswa UMJ saat ini, menurut Sularno, sebanyak 11.300 mahasiswa, terdiri dari S1, S2 dan Program Diploma. “Mahasiswa S1 UMJ juga ada dari manca negara, seperti Suriah, Thailand, dan Somalia”, kata Sularno.

Kontribusi untuk Bangsa

Sebagai bagian dari amal usaha persyarikatan Muhammadiyah, UMJ tidak hanya bertujuan melahirkan para sarjana tetapi juga mengemban amanah untuk mempersiapkan sarjana plus yakni menjadi pemimpin umat di masa mendatang guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya sebagaimana dicita-citakan Muhammadiyah,” ujar Masyitoh.

Namun, sebagai bagian dari bangsa, lanjut Masyitoh,  UMJ juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaiknya kepada bangsa melalui kiprah para alumni, dosen dan unsur civitas akademika lainnya. “Saya bangga, saat ini sudah banyak alumni maupun dosen UMJ yang berkiprah sebagai pemimpin umat atau bangsa di berbagai level,” ujar guru besar pemikiran Islam itu.

Masyitoh sendiri  saat ini menjabat sebagai salah seorang Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah. Selain itu, istri Chusnan Yusuf dan ibu empat orang anak itu juga memegang amanah sebagai Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Mitra Kementerian Pendidikan Nasional.

Kiprah alumni

Sejumlah dosen UMJ dan para alumninya juga banyak berkiprah di masyarakat, baik dalam organisasi kemasyarakatan maupun dalam lembaga non pemerintahan lainnya dalam rangka pemberdayaan masyarakat madani (civil society).  Kepedulian sosial, memang menjadi jati diri aktivis Muhammadiyah, sebagaimana diajarkan pendirinya K.H. Ahmad Dahlan melalui sosialisasi dan implementasi makna surat Al Ma’un yang menginspirasi untuk berkiprah dalam perbaikan umat (ishlahul ummah).

Dua orang alumni UMJ telah dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membantunya dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Kedua orang itu adalah Drs. HM Yusuf Asy’ari, M.Si (alumni Magister Ilmu Administrasi) sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada KIB I dan Patrialis Akbar (alumni Fakultas Hukum) sebagai Menteri Hukum dan HAM pada KIB II, meski hanya 2 tahun. Selain menteri, sejumlah alumni UMJ juga menduduki posisi penting di pemerintahan.

Alumni UMJ juga ada yang menjadi kepala daerah, yakni Dede Yusuf (alumni Fakultas Teknik) yang kini menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat. Salah satu dosen tetap UMJ Prof. Dr. Irwan Prayitno tahun 2010 lalu terpilih menjadi Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015. Selain gubernur dan wakil gubernur, ada alumni  dan dosen yang menjadi bupati dan wakil bupati. Misalnya Ir. Darmansyah Husein (alumni Magister Administrasi) menjadi Bupati Belitung selama dua periode (2004-2008, 2008-2013). Sedangkan Indah Putri Indriani, SIP, M.Si (dosen FISIP) kini cuti karena terpilih menjadi Wakil Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan (2010-2015). Tidak hanya di eksekutif, alumni UMJ juga banyak berkiprah di lembaga legislatif, baik di DPR RI maupun di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Mereka pada umumnya memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan publik.

Selain di lembaga eksekutif dan legislatif, sejumlah alumni dan dosen UMJ juga menjadi tokoh nasional dengan menjadi anggota berbagai lembaga negara. Misalnya Endang Sulastri (dosen FISIP UMJ) menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2007-2012. KPU adalah lembaga penyelenggara pemilu, baik pemilu legislatif, pemilu presiden dan wakil presiden serta pemilu kepala daerah (pemilukada). Dosen FISIP yang lain, Susilahati, selama dua periode pernah menjabat sebagai anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebuah lembaga negara yang mengemban tugas mengawasi pelaksanaan perlindungan anak-anak Indonesia.

Dosen Fakultas Hukum dan mantan Direktur Pascasarjana UMJ Abdul Gani Abdullah saat ini menjabat sebagai salah seorang Hakim Agung di Mahkamah Agung. Sedangkan Alumni Fakultas Hukum tahun 1986 Rantawan Djanim saat ini dipercaya menjadi anggota Komisi Kejaksaan. Lembaga ini cukup penting karena bertugas mengawasi dan menilai kinerja dan perilaku para jaksa dan pegawai kejaksaan dalam menjalankan tugasnya. Alumni FH lainnya, Chaerul Huda (pakar hukum pidana), kini juga menjabat sebagai Penasehat Ahli Kapolri bidang hukum, yang juga sering menjadi saksi ahli dalam berbagai kasus pidana.

Berkhidmat untuk umat

Selain terus berbenah untuk meningkatkan kualitasnya dalam bidang pendidikan dan penelitian, UMJ juga giat melakukan pengabdian masyarakat dan sosialisasi nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Aksi nyata yang paling fenomenal dilakukan UMJ adalah saat terjadi musibah “tsunami” Situ Gintung, akhir Maret 2009 lalu. Saat itu, seluruh sumber daya yang dimiliki UMJ dikerahkan seluruhnya untuk membantu korban Situ Gintung, bersama berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Posko penanganan Situ Gintung juga berada di kampus UMJ. Sarana dan prasarana kampus UMJ sendiri mengalami kerusakan cukup parah yang ditaksir senilai Rp. 13,5 milyar.

UMJ juga aktif terlibat dalam penanganan trauma pasca bencana jebolnya tanggul Situ Gintung tersebut.  Perstiwa itu pasti menyisakan duka dan trauma yang mendalam pada korban selamat.  Apalagi bagi mereka yang kehilangan kelurga, harta benda dan tempat tinggal tentunya mengalami berbagai guncangan jiwa. Oleh karena itu, dengan mengerahkan sumber daya yang ada, UMJ membuka healing service bagi para korban Situ Gintung. Tujuannya untuk menghilangkan atau minimal mengurangi rasa trauma pada korban secara perlahan-lahan.

Sebagai komitmen UMJ untuk mencerdaskan bangsa dan mendidik masyarakat, UMJ memberikan bantuan beasiswa kepada mereka yang tidak mampu untuk melanjutkan kuliahnya di UMJ. “UMJ banyak menerima mahasiswa dari daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur, pengungsi Timor Leste dan lain-lain. Karena mereka tidak mampu dan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan sangat kuat, UMJ membebaskan biaya kuliah mereka,” ujar Masyitoh.

Mantan Pembantu Rektor I UMJ itu menambahkan, para mahasiswa yang tidak mampu itu bukan hanya dibantu biaya pendidikannya, tetapi juga disediakan asrama dan dicarikan donasi untuk menunjang kehidupan sehari-hari mereka. “Harapan saya, setelah mereka menamatkan pendidikannya dan berhasil meraih gelar sarjana dari UMJ, mereka segera kembali ke kampung halamannya untuk membangun masyarakatnya menjadi lebih maju dan sejahtera,” tandasnya.

Pengabdian masyarakat juga dilakukan dalam bentuk sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, revitalisasi Posyandu di sejumlah wilayah di Tangerang Selatan, pengentasan buta aksara, mendirikan sekolah layanan khusus bagi anak-anak jalanan di wilayah Jakarta Utara, mengelola desa binaan, sahur on the road bagi anak jalanan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadhan, pelayanan kesehatan murah bagi masyarakat dan lain-lain.

Selama ini UMJ juga giat mensosialisasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tidak hanya di kalangan civitas akademika tetapi juga kepada masyarakat luas. Sarana yang digunakan antara lain melalui Pesantren Ramadhan atau Pengkajian Ramadhan. Seperti misalnya pada Ramadhan 1432 H tahun ini, UMJ ditunjuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi panitia sekaligus tuan rumah pelaksanaan Pengkajian Ramadhan 1432 H yang diikuti sekitar 400 peserta dari pengurus pusat sampai wilayah Muhammadiyah di berbagai daerah Indonesia.

Delapan tujuan utama

Dalam Rencana Strategik (Renstra) UMJ tahun 2011-2015, dikemukakan ada 8 tujuan utama yang ingin dicapai UMJ. Pertama, menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri, memiliki daya saing yang kompetitif, berjiwa enterpreneur serta menjunjung tinggi nilai-nilai islami. Untuk mencapai tujuan itu, ada sejumlah langkah yang dilakukan seperti pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, standarisasi kurikulum, penguatan akademik dan penguasaan bahasa asing dan studentpreneur dalam bentuk pelatihan enterpreneurship bagi para mahasiswa.  Kedua, menjadikan mahasiswa yang berprestasi, kreatif, inovatif dan islami. Kegiatan yang dilakukan untuk meraih tujuan ini, antara lain achievement development program, creativeness, innovativeness dan penanaman nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

Ketiga, daya dukung pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, kompeten dan mumpuni. Kegiatan yang akan dilakukan UMJ antara lain sertifikasi dosen, studi lanjut bagi dosen ke jenjang yang lebih tinggi (S2 dan S3), peningkatan jumlah guru besar dan pengembangan tenaga kependidikan secara komprehensif.

Keempat, terselenggaranya academic environment yang mendukung suasana pembelajaran yang mencerdaskan. Kegiatannya antara lain peningkatan kapasitas kelembagaan dan pengelolaan administrasi akademik, mendorong dan memfasilitasi dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dan peningkatan kapasitas kelembagaan lembaga penelitian.

Kelima, terselenggaranya tata pamong yang akuntabel, transparan dan sehat sejalan dengan prinsip-prinsip good university governance. Untuk mencapai tujuan ini akan dilakukan penguatan sistem pengendalian manajemen, tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan, sistem penilaian kinerja dan sebagainya. Keenam, tersedianya sarana dan prasarana akademik yang memadai. Pembangunan sarana dan prasarana perkuliahan serta infrastruktur kampus menuju islamic and modern green campus.

Ketujuh, tersedianya tekonologi informasi dan komunikasi untuk menunjang pengelolaan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan al-Islam Kemuhammadiyahan yang mutakhir. Beberapa hal yang siap dilakukan adalah pembangunan aplikasi akademik yang memadai, pembangunan islamic cyber campus, permbangunan e-journal, e-library dan sebagainya. Kedelapan, diperolehnya rekognasi nasional dan internasional. Pimpinan UMJ akan melakukan sejumlah hal untuk mewujudkan tujuan ini, antara lain memperoleh dan meningkatkan akreditasi program studi, institusi dan sertifikasi ISO.

Kedelapan tujuan utama beserta program-programnya itu, menurut Rektor UMJ, merupakan acuan segenap pimpinan dan sivitas akademika UMJ untuk melangkah ke depan membawa UMJ menjadi universitas terkemuka, modern dan islami sebagaimana visi yang telah dicanangkan. “Melalui kerja keras tim yang solid dan kepemimpinan yang visioner, saya optimis hal itu bisa dicapai,” ungkap Masyitoh.

Catatan Akhir

Sebagai amal usaha Muhammadiyah yang dirintis dari bawah oleh umat, UMJ memiliki komitmen untuk terus berkhidmat (mengabdi) pada umat bagi terwujudnya  izzul Islam wal muslimin guna merealisasikan cita-cita Muhammadiyah membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Itulah sebabnya seluruh proses pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan UMJ diorientasikan untuk melahirkan sarjana yang tidak hanya mumpuni di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga memiliki karakter akhlaq islami yang menjiwai setiap aktivitasnya di manapun posisi mereka.

Di sisi lain, sebagai bagian dari bangsa, UMJ bertekad terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa ini dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh kepada sivitas akademikanya untuk berkiprah di berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kami tidak pernah berpikir dikotomis antara umat dan bangsa.  Umat adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia yang plural ini. Karena itu UMJ mengemban amanah ganda sekaligus, yakni berkhidmat pada umat dan bangsa,” ujar Masyitoh. Rektor UMJ itu menambahkan, para pimpinan UMJ selalu sepakat dalam satu hal: menjadikan UMJ sebagai training center untuk mempersiapkan calon pemimpin umat dan bangsa di masa depan. 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.