UMKM binaan Pemkab Sumenep ekspor rumput laut ke China

Kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan ekspor rumput laut sargassum kering ke China.

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid di Sumenep, Jumat, UMKM melakukan ekspor setelah Pemkab Sumenep mengarahkan para petani rumput laut agar memproduksi sesuai dengan kebutuhan eksportir.

Baca juga: Bupati Sumenep lepas ekspor perdana daun kelor ke China

"Sementara ini, rumput laut yang diekspor dikelola oleh petani di Kecamatan Batang-Batang, dan kami berharap ke depan bisa merambah ke kelompok petani lain yang ada di Sumenep ini," kata Chainur Rasyid.

Menurut dia, rumput laut jenis sargassum atau rumput laut jenis daun lebar yang diekspor ke negara China itu sebanyak 240 ton per bulan.

"Kontrak dengan perusahaan China selama dua tahun dengan pengiriman setiap bulan sebanyak 240 ton," katanya.

Baca juga: Pemprov Jatim dorong setiap UMKM desa berorientasi ekspor

Di Kabupaten Sumenep, kata dia, pemenuhan kebutuhan baku sargassum tidak mengalami kesulitan, karena komoditas itu banyak tumbuh di Kepulauan Kangean, sehingga masyarakat mudah mendapatkannya, apalagi tumbuhnya sangat cepat.

"Sargassum daun lebar tersebar di seluruh perairan Kepulauan Kangean dan pulau lainnya," kata dia.

Ia mengatakan, rumput laut jenis sargassum yang diekspor ke China itu untuk memenuhi kebutuhan bahan kosmetik dan pupuk.

Baca juga: Gubernur Khofifah lepas ekspor 14.150 pasang sepatu ke China

"Selain rumput laut jenis sargassum, komoditas lain dari Kabupaten Sumenep yang juga telah diekspor ke luar negeri adalah porang," katanya.