UMKM Cirebon Didorong Optimalkan Bisnis Produk Etnik dengan Technopreneurship

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Cirebon menyimpan potensi yang kaya dalam produk etniknya. Batik, topeng, ukiran kayu hingga kaca dekorasi dan kriya lainnya dihasilkan dengan tonasi yang unik dan berbeda dari daerah lain.

Dengan potensi produk usaha yang kaya ini, meskipun di tengah pandemi, UMKM Cirebon harus tetap berkegiatan dengan memanfaatkan peluang entreneurship dan technopreneurship.

Adapun, technopreneurship bermakna menjadi pengusaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

"Pemerintah memberikan jaringan infrastruktur internet agar masyarakat bisa lebih produktif dalam menjual produknya secara online, meskipun tidak bisa bertransaksi jual beli secara tatap muka namun kini UMKM Cirebon masih bisa tetap survive di tengah pembatasan sosial", ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary dalam membuka acara Creativetalks Pojok Literasi, Jumat (16/4/2021).

Septriana memberikan motivasi kepada UMKM Cirebon bahwa selalu ada peluang di tiap kesulitan. "Tunjukkan kita bangsa Indonesia, wong Cerbon, mampu mengatasi wabah pandemi global ini secara bersama-sama," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan, Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh;

Ketua Umum Dharma Pertiwi dan e-commerce LaDaRa, Nanny Hadi Tjahjanto; dan Founder Batik Trusmi, Sally Giovanny.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dharma Pertiwi dan e-commerce LaDaRa Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan, LaDaRa berisi 100 persen produk-produk dalam negeri yang diinisiasi oleh Anggota TNI yang disupervisi oleh Dekranas yang diperuntukan bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan produk unggulan UMKM secara online agar tetap produktif, kreatif dan inovatif.

"Digitalisasi UMKM sangat penting untuk mengembangkan dan memajukan UMKM di Indonesia. Berwirausaha tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga orang lain dengan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya," ujar istri Panglima TNI tersebut.

Kebangkitan Ekonomi

Triyas Hotel salah satu hotel di Kota Cirebon yang tutup sementara karena pandemi covid-19 membuat sepi pengunjung. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)
Triyas Hotel salah satu hotel di Kota Cirebon yang tutup sementara karena pandemi covid-19 membuat sepi pengunjung. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Menambahkan, Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh mengatakan, digitalisasi tentu tidak dapat terhindarkan terutama di tengah pandemi. Inovasi dan digitalisasi menjadi solusi kebangkitan ekonomi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.

"Anak-anak muda sekarang lebih maju dan lebih punya keberanian dibandingkan jaman saya dulu. Anak muda sekarang ketika lulus sudah banyak yang ingin menjadi pengusaha," ungkapnya.

Founder Batik Trusmi Sally Giovanny menyampaikan terjadi perubahan cara usaha dengan adanya pandemi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yaitu menjual produk secara online.

"Ekonomi di kota Cirebon sudah menggeliat. kami mendapatkan dukungan dari pemerintah Kota Cirebon berupa relaksasi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Sally memberikan tips bagaimana caranya memulai usaha, yaitu dimulai dengan niat yang kuat, lakukan yang bisa dilakukan, jangan terus menunda untuk memulai usaha dan mulai usaha dari apa yang kita suka.

"Tentunya kita akan lebih tekun untuk menjalani dan mengembangkan usaha sesuai dengan apa yang kita suka," tuturnya menutup paparan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: