UMKM Gojek-GoTo Financial tertarik beralih ke bisnis ramah lingkungan

·Bacaan 3 menit

Memperingati Hari Bumi, ribuan mitra usaha Gojek dan GoTo Financial telah melakukan transisi ke bisnis ramah lingkungan berkat pelatihan dan edukasi bisnis berkelanjutan GoGreener #DariAksiKecil.

Lewat GoGreener, Gojek menjadi perusahaan pertama di industri sejenis di Indonesia yang berkomitmen menjalankan program ramah lingkungan bagi ekosistem yang berkesinambungan.

Tanah Sullivan selaku Head of Sustainability GoTo mengatakan sangat senang melihat antusiasme lebih dari 1.730 mitra UMKM yang hadir pada rangkaian pelatihan #DariAksiKecil yang dilaksanakan sejak Februari hingga awal April 2022.

"Kami ingin terus memperluas pemahaman dan dampak pentingnya bisnis yang ramah lingkungan terutama UMKM, untuk turut bisa menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan dari hal sederhana yang diharapkan agar dapat membantu perkembangan bisnis mitra usaha," ujar Tanah dalam keterangan resmi GoTo dikutip pada Jumat.

Untuk memperluas dampak yang diciptakan dari edukasi ini, Tanah mengungkapkan pihaknya telah merilis eBook #DariAksiKecil yang dapat diunduh oleh mitra usaha Gojek dan GoTo Financial dan publik secara gratis melalui tautan gjk.id/dariaksikecil.

Baca juga: GoTo dukung "cashless society" rilis QRIS di warung Mitra Tokopedia

Baca juga: GoTo hadirkan konferensi virtual untuk UMKM bertajuk "Maju Digital"

Selain edukasi, Gojek dan GoTo Financial juga memfasilitasi mitra usaha dengan program khusus bagi mitra UMKM untuk memilah sampah sambil mendapatkan penghasilan tambahan yang berkolaborasi dengan wirausaha sosial Waste4Change.

Bijaksana Junerosano, pendiri dan CEO Waste4Change mengungkapkan bahwa sebagai perusahaan rintisan pengelolaan sampah, Waste4Change merasa sangat terbantu dengan kampanye #DariAksiKecil ini.

"Karena kita bisa bersama langsung mengedukasi ribuan mitra Gojek dan GoTo Financial. Apalagi, kekuatan Gojek dan GoTo Financial sangat luar biasa. Saat replikasi kerusakan lingkungan berjalan dengan sangat cepat, gerakan gotong royong seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat dampak positif bagi lingkungan," kata Bijaksana.

Kampanye ini menjadi bagian dari inisiatif GoGreener yang telah dijalankan ekosistem Gojek sejak tahun 2019 untuk mendorong seluruh bagian ekosistem menjalani hidup yang lebih ramah lingkungan, termasuk mitra usaha.

Sejak pertama diluncurkan, lebih dari 4.000 mitra UMKM di ekosistem Gojek telah mengaktifkan fitur alat makan berbayar untuk mengurangi penggunaan alat makan plastik sekali pakai.

Selain itu, dengan menyediakan opsi struk digital ke konsumen, mitra usaha Gojek dan GoTo Financial berhasil mengurangi penggunaan hingga 1,3 miliar lembar struk fisik. Ini setara dengan 127 kali panjang Pulau Jawa.

Rangkaian program GoGreener pun disambut baik oleh pelanggan. 97 persen pelanggan GoFood telah memilih untuk tidak menggunakan alat makan plastik dalam pengemasan makanan.

Hal ini menunjukkan progres yang positif menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan yang juga sejalan dengan laporan Katadata Insight Center (KIC) yang dipublikasikan pada Agustus 2019 bertajuk "Katadata Consumer Survey on Sustainability", sebanyak 60,5 persen masyarakat membeli produk berkelanjutan atau ramah lingkungan karena ingin melestarikan bumi.

Lebih lanjut mengenai kampanye GoGreener #DariAksiKecil, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves), Nani Hendiarti, mengapresiasi langkah yang dilakukan Gojek dan GoTo Financial serta berharap pihak perusahaan dapat turut serta melakukan sosialisasi dan pendampingan secara berkelanjutan ke ekosistemnya dalam mengelola sampah.

"Indonesia sudah berhasil mengurangi kebocoran sampah dari darat ke laut sebesar 28,5 persen hingga tahun 2022. Capaian ini sangat menggembirakan karena sudah melebihi nilai 2,6 persen dari target yang ditetapkan sebelumnya," ujar Nani.

Dia melanjutkan, "langkah Gojek dalam menyampaikan topik ramah lingkungan dengan cara yang sederhana dan dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari penggunanya sangat tepat dilakukan. Isu perubahan iklim harus disosialisasikan dengan cara yang mudah dipahami."

Sebelumnya, Grup GoTo telah menetapkan tiga komitmen ambisius, the Three Zeros (Tiga Nol), yakni mewujudkan Zero Emissions (Nol Emisi Karbon), Zero Waste (Nol Sampah), dan Zero Barriers (Nol Hambatan) pada tahun 2030.

Komitmen tersebut menjadi panduan GoTo dalam membuat semua keputusan bisnis, dan untuk memastikan seluruh aktivitas perusahaan menciptakan manfaat jangka panjang bagi manusia dan bumi.

Adapun Zero Waste berfokus pada pengurangan dan pemrosesan sampah atau limbah dari kegiatan operasional dan ekosistem kami sendiri, melalui kolaborasi dengan penyedia solusi di sisi hulu ke hilir yang dapat mempercepat upaya pemanfaatan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan pengolahan limbah - dimulai dengan plastik sekali pakai.

Baca juga: Gojek hadirkan fitur "Pohon Kolektif #GoGreener"

Baca juga: Percepatan digitalisasi dukung ekonomi Jabar

Baca juga: CEO GoTo: Kami beruntung didukung kebijakan yang pro digitalisasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel