UMKM Jangan Ragu Jual Produknya di E-Commerce

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Laporan Google, Temasek, Bain & Company pada 2020 memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$124 miliar (Rp1.791 triliun) pada 2025. Sektor ini juga menjadi sektor penopang terbesar pertumbuhan ekonomi digital, di mana perkiraan nilai transaksi sebesar US$83 miliar (Rp1.197 triliun) dalam 4 tahun lagi.

Layanan e-commerce terus berkembang dan banyak berkontribusi meningkatkan transaksi jual beli pelaku bisnis, tak terkecuali sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Artinya, transaksi jual beli yang sebelumnya dilakukan tatap muka, kini bisa dilakukan melalui jentikan jari lewat smartphone atau perangkat elektronik lainnya.

Baca: Kejar Target Pemerataan Sinyal 4G Jelang Lebaran

Bahkan, NeuroSensum, perusahaan riset konsumen berbasis neurosains dan kecerdasan buatan, memaparkan bahwa marketplace sangat berperan dalam membantu UMKM agar bisa bertahan selama pandemi COVID-19, sehingga para pelaku UMKM di Tanah Air harus berpikir dengan cepat bagaimana melakukan transformasi digital.

Pebisnis UMKM sebenarnya bisa memanfaatkan e-commerce memudahkan mereka beradaptasi di dunia digital. Dengan perilaku konsumen yang juga sudah mulai beralih ke belanja online, maka potensi pertumbuhan bisnis di ranah daring pun menjadi sangat besar.

Hal ini dilihat e-commerce Blibli dengan meluncurkan laman khusus berupa microsite pada 3 hingga 13 Mei 2021 yang berisi kurasi spesial produk-produk UMKM dan brand lokal dengan kualitas terbaik dalam memaksimalkan aktivitas ritel saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurut Vice President Galeri Indonesia Blibli, Andreas Ardian Pramaditya, microsite ini menghadirkan kurasi spesial dari 8 juta lebih produk UMKM dan brand-brand lokal terbaik dalam menghadirkan produk pilihan seperti kuliner, kriya, kecantikan dan kesehatan, fesyen lokal dan Muslim, hampers Lebaran, serta elektronik.

Bukan itu saja. Blibli juga menyediakan infrastruktur logistik dan operasional agar UMKM dan brand-brand lokal dapat melakukan proses order fulfillment dengan mudah dan biaya rendah. “Dukungan logistik akan selalu jadi bagian dari bisnis ini," kata dia, Selasa malam, 4 Mei 2021.

Selama pandemi COVID-19, e-commerce milik Grup Djarum ini giat mendukung pemberdayaan UMKM melalui berbagai inisiatif yang dilakukan bersama pemerintah. Blibli terus meluncurkan inisiatif baru di tengah pandemi seperti program Kakak Asuh UMKM dan mendorong digitalisasi UMKM agar mereka lebih kompetitif di pasar.