UMKM Papua dan harapan berjaya setelah PON

·Bacaan 4 menit

Kalangan pelaku UMKM di Papua menyimpan harapan besar untuk tak dilupakan setelah ajang PON XX Papua berlalu beberapa waktu lalu. Mereka berharap Papua sejahtera berkat semakin dikenal dengan citra yang kini baik dan aman.

Setelah usainya ajang PON XX, mereka kini menyambut Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional) XVI pada 2-15 November 2021.

Masih dengan harapan serupa, para pelaku UMKM kembali menawarkan keunikan dan ciri khas produk unggulan demi satu kata kebangkitan perekonomian Bumi Cenderawasih yang terdampak pandemi.

Kebangkitan mereka sejatinya bukan hal yang teramat sulit mengingat produk UMKM Papua umumnya memiliki ciri khas daerah yang berbeda dengan wilayah Indonesia lain, terutama untuk produk olahan makanan dan kerajinan.

Hal itulah yang membuat UMKM di Papua selama ini salah satunya tetap mampu berjaya melawan pandemi.

Maka demi memperkuat para pelaku UMKM di Papua setelah PON dan menjelang Peparnas, Bimbingan Teknis (Bimtek) Adopsi Teknologi Digital untuk Memperluas Pasar pun digelar oleh Ditjen Aptika, Kemenkominfo pada acara Papua Techfest, 28 Oktober 2021 di Jayapura, Papua, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Peserta Bimtek yang terdiri dari UMKM dan mahasiswa yang tertarik di dunia kewirausahawanan turut serta meramaikan acara tersebut.

Para peserta yang mayoritas didominasi anak muda ini sekaligus menandakan semakin majunya ekosistem kewirausahaan para pemuda di Papua.
Baca juga: Indef sarankan pemerintah subsidi ongkir ke UMKM di pasar daring

Pemerintah memang bermaksud untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memasarkan produk UMKM lebih luas di wilayah Papua. Terlebih selepas Papua sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi empat tahunan PON.

Ke depan, para pelaku UMKM di Papua juga didorong semakin mandiri dan mengenal dunia digital yang memungkinkan mereka mampu menembus pasar yang lebih luas.

PON XX di Bumi Cenderawasih sedikit banyak membawa berkah bagi pelaku UMKM di Papua. Mereka kebanjiran pembeli terutama bagi UMKM yang menggelar lapaknya di sekitar lokasi yang menjadi tempat pertandingan selama PON berlangsung yang tersebar di empat wilayah.

Mama-mama Papua penjual noken yang berdagang di sekitar area misalnya semakin senang karena hasil karya mereka banyak dibeli.

Bahkan, saat hari pertama tiba di Jayapura untuk membuka ajang PON XX, Presiden Jokowi membeli tas khas Tanah Papua langsung dari mama-mama Papua yang berdagang di pinggir jalan sambil berinteraksi dengan warga lokal.

Penyelenggaraan PON XX ini bagi Papua menjadi harapan momentum kebangkitan UMKM Papua. Termasuk sebagai upaya bagi UMKM Papua untuk mengambil peran secara lokal, nasional, maupun global, hingga diharapkan UMKM Papua bisa naik kelas.

Apalagi PON XX ini juga mendorong semangat 6.000 UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Papua. Namun sayangnya, pelaksanaan PON di tiga kabupaten ini hanya mampu menampung sekitar 600 UMKM saja yang bisa diakomodasi dalam bentuk pameran.
Baca juga: Wapres dorong UMKM pasarkan produk secara daring

Pasar Daring

Geliat spirit kewirausahawanan semakin dapat dirasakan saat ini ketika sejumlah pelaku UMKM di Papua telah berhasil mengidentifikasi produk unggulan untuk dikembangkan.

Maka kemudian pemerintah melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan program pendampingan yang tak sebentar bagi para pelaku UMKM yang akan onboarding ke marketplace (lokapasar).

Melalui Program Active Selling sebagai salah satu upaya pendampingan, beragam paket pelatihan hingga praktik langsung dilaksanakan selama satu semester alias enam bulan penuh.

Faktanya memang pandemi menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku UMKM untuk meluangkan lebih banyak waktu mempelajari hal baru khususnya soal bisnis daring.

Said Musthofa, Fasilitator dalam program Active Selling Kemenkominfo, misalnya mendapati banyak pelaku UMKM di Papua sudah mulai memahami digital marketing.

Dan potensi mereka semakin besar mengingat produk unggulan yang mereka usahakan tak bisa didapatkan di tempat lain.

Said sendiri telah sukses memanfaatkan platform media sosial dan lokapasar untuk mengunci omzet hingga 300 juta setiap bulan. Maka ia berupaya membagi pengalamannya kepada pelaku UMKM di Papua untuk bisa mengoptimalkan media sosial saat membangun bisnis.

Saat ini setidaknya sudah ada para pelaku UMKM di Papua yang memasarkan produknya secara daring.
Baca juga: Teten: UMKM di lokapasar daring naik 99 persen sejak 2020

Bahkan, beberapa dari mereka sudah memetik hasil maksimal dalam memasarkan produk-produk daerah ke pasar nasional. Diantaranya adalah pengusaha pengolahan Buah Merah dan Jahe Merah.

Misalnya saja Novita Tuhisila dan rekan-rekannya yang menjual produk olahan herbal dari Papua sebagai usaha untuk memberdayakan mamak-mamak (ibu-ibu) Papua agar mereka bisa menambah penghasilan. Di saat banyak pengusaha besar gulung tikar saat pandemi, UMKM dengan produk olahan untuk memperkuat imunitas menuai untung besar.

"Saya lebih banyak memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk mudah memasarkan produk saya hingga ke luar daerah Papua," ungkap Novita.

Rosa, pelaku UMKM lainnya juga tengah merintis bisnis kopi asli Papua. Ia cukup tertarik untuk membesarkan bisnisnya di dunia digital.
Baca juga: UMKM lokal bagikan tips berjualan daring di tengah pandemi

Manager of Communication Program and Partnership Bukalapak Pani Zaristiani sempat memberikan solusi dan menyarankan oara pelaku UMKM Papua agar tahap demi tahap memaksimalkan toko daring mereka di lokapasar.

Tips-tips tersebut menjadi kunci dasar agar toko daring UMKM dilirik oleh pengunjung lokapasar.

Koordinator Adopsi Teknologi Digital UMKM, Kementerian Kominfo, Sumarno, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang baik, mampu memperluas pasar dan menaikkan laba UMKM.

Pihaknya berharap agar UMKM di Papua bisa memaksimalkan penggunaan platform-platform digital agar proses bisnis mereka lebih efektif dan efisien. Dengan proses bisnis yang efektif dan efisien maka UMKM dapat memperbesar keuntungan.

Maka PON dan Peparnas bagi Papua akan menjadi momentum promosi yang baik bagi UMKM di Bumi Cenderawasih sampai pada akhirnya mereka semakin mandiri untuk mendulang untung dari pasar digital.

Baca juga: Saatnya pelaku UMKM masuk dunia digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel