UMKM perlu iklim usaha yang stabil untuk berkembang

·Bacaan 2 menit

Para pelaku UMKM ditegaskan memerlukan iklim usaha yang stabil dan kondusif untuk dapat berkembang serta tidak banyak mendapatkan gangguan informasi seperti kabar bohong atau hoaks.

Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo) Erik Garnadi dalam keterangannya, Rabu, mengatakan pihaknya yang menaungi UMKM air minum isi ulang meminta agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk bersikap tegas terhadap oknum yang telah menyebarkan isu yang tidak benar terkait galon guna ulang.

“Simpang siur dan isu hoaks membuat iklim usaha tidak stabil dan mengganggu usaha UMKM seperti kami,” kata Erik.

Isu yang simpang siur terkait galon guna ulang kata dia membuat resah masyarakat dan pengusaha kecil air minum isi ulang yang selama ini menggunakan galon berbahan polikarbonat (PC).

Baca juga: Apindo tekankan pentingnya iklim usaha yang baik untuk tarik investasi

Sempat beredar isu yang menyerukan penolakan penggunaan galon ulang berbahan polikarbonat karena mengandung Bisphenol A (BPA) dan dianggap berbahaya bagi kesehatan bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

Padahal selama ini pengusaha air minum isi ulang ini selalu menggunakan galon guna ulang berbahan polikarbonat dan tidak pernah ada masalah, tambah Erik.

“Masyarakat bisa menganggap isu hoaks itu benar dan bahwa bahan BPA dalam galon guna ulang itu memang benar-benar bermasalah. Jangan sampai kita juga ikut dirugikan. Masyarakat kita yang mengkonsumsi air minum isi ulang jadi dirugikan oleh pemberitan-pemberitaan hoaks seperti ini,” katanya.

Dia mengatakan galon guna ulang berbahan polikarbonat ini sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu dan belum ada laporan tentang bahayanya. BPOM juga sudah melakukan uji klinis terhadap galon itu dan dinyatakan lulus uji.

Baca juga: DPR sebut Bantuan Produktif Usaha Mikro beri iklim positif saat Covid

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) dan Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), juga mendukung adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk melindungi industri makanan dan minuman dari serangan informasi menyesatkan tehadap galon guna ulang.

Isu hoaks dikhawatirkan justru akan merugikan

industri makanan dan minuman pada umumnya dan industri AMDK pada khususnya yang mestinya harus didukung untuk bangkit dari krisis akibat pandemi COVID-19 agar tumbuh dengan sehat, dan tetap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan hasil pengawasan BPOM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa migrasi BPA yang ada dalam galon guna ulang itu di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel