UMKM Pertanian di Jawa Timur Bakal Dapat Pendampingan Pengusaha Belanda

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur memetakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian di wilayah setempat. Ini sebagai tindak lanjut dari agenda “sharing dan klinik bisnis, pengolahan produk makanan dan minuman” bersama ahli pengolahan produk agro Belanda.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, Adik Dwi Putranto menuturkan, usai pemetaan sejumlah UMKM pertanian akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari PUM Netherlands Senior Expert atau kumpulan pengusaha Belanda.

"Langkah ini juga untuk memudahkan pendampingan yang akan dilakukan Kadin Jatim bersama PUM Netherlands Senior Expert untuk pengolahan produk pertanian di seluruh Jatim," ujar Adik, seperti mengutip Antara, Jumat (15/11/2019).

Sementara itu, ia menuturkan, dari data yang sudah ada masuk ada sekitar 78 UMKM pengolahan produk pertanian yang siap memenuhi persyaratan dan telah dipetakan sesuai zonasi.

Rencana pendampingan dilakukan di sembilan titik yaitu Lamongan, Pamekasan, Kediri, Malang raya, Trenggalek, Surabaya, Pasuruan dan Tuban.

“Dan pendampingan bisnis akan kami lakukan bersama PUM Netherlands Senior Expert selama dua minggu dengan berbagai hal, mulai dari proses produksi yang baik dan berstandar internasional, packaging atau pengemasan, branding atau pemasaran hingga cara bagaimana membuka akses atau jaringan,” ujar dia.

Semua akan dibimbing secara intensif dan berkelanjutan. PUM Netherlands juga akan mengevaluasi setelah program berjalan selama tiga bulan.

Dari evaluasi itu akan diketahui, apakah bisnisnya berjalan semakin baik atau masih ada kekurangan. Kalau masih ada kekurangan, PUM Netherlands Senior Expert akan kembali memberikan pendampingan sesuai keinginan pelaku UMKM.

Pihaknya berharap melalui upaya ini, kinerja sektor pertanian Jatim akan semakin baik, sebab merujuk dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim kinerja sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir melambat meski masih tetap menjadi kontributor terbesar ketiga dalam struktur produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim.

Kontribusi Sektor Pertanian

The Learning Farm, Program Petani Muda Indonesia. (dok.Instagram @thelearningfarm.idn/https://www.instagram.com/p/Br-Pfw-BMHx/Henry)

Sektor pertanian sepanjang kuartal III 2019 masih berkontribusi sebesar 12,09 persen dengan nilai Rp 73,97 triliun.

Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan industri pengolahan yang mampu berkontribusi sebesar 29,7 persen dan perdagangan sebesar 18,62 persen dari total PDRB Jatim pada kuartal III 2019 yang mencapai Rp 607,04 triliun.

Sementara kinerja sektor pertanian Jatim pada kuartal III 2019 hanya mampu naik sebesar 1,65 persen.

“Selain sebagai solusi atas rendahnya harga komoditas pertanian saat panen raya, melalui pendampingan ini Kadin Jatim juga berharap pelaku UMKM yang dilatih dan didampingi tersebut akan menjadi trainer bagi UMKM yang lain sehingga mereka bisa maju bersama,” ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini