UMKM Protes ke Amazon, Jeff Bezos Disuruh Libur Jangan Kerja Terus

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pendiri Amazon Jeff Bezos diprotes pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Amerika Serikat. Mereka mengaku sulit berjualan online di lapak milik orang terkaya di dunia tersebut. Contohnya seperti yang dialami Joey Clark.

Seorang perempuan yang juga pebisnis kecil asal Philadelphia, AS itu mencurahkan isi hatinya bagaimana toko pakaiannya telah tutup sejak Maret lalu. Ia bahkan memasang diskon agar bisa memperbaharui rak pakaiannya lagi.

Baca: Pembeli PS5 di Amazon Kecele

Clark mengatakan bahwa selama periode lockdown, dirinya mencoba jualan online meski itu bertentangan dengan pengalamannya.

Tidak seperti Amazon, ia bercerita tidak bisa memberikan diskon lebih besar lagi pada Black Friday yang akan jatuh pada Jumat, 27 November besok.

"Saya tidak memiliki kemewahan untuk menawarkan diskon hingga 30 persen semuanya atau kesepakatan serupa selama satu bulan penuh," kata dia, seperti dikutip dari situs Market Watch, Kamis, 26 November 2020.

Clark juga mengatakan, jika ia tinggal di Prancis, maka tidak perlu bersaing dengan Amazon dan pengecer besar lainnya karena pemerintah Prancis menginstruksikan mereka untuk menunda diskon Black Friday online.

Sementara bisnis fisik alias toko offline ditutup lantaran kebijakan lockdown sementara. "Alangkah sangat bagus jika Jeff Bezos meliburkan diri selama satu hari dan memberikan sebagian (rezekinya) kepada orang-orang kecil (UMKM). Saya tidak habis pikir bagaimana orang bisa mengerti betapa sulitnya sekarang," ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, juru bicara Amazon mengklaim jika sejatinya ada lebih dari 1,7 juta UMKM berjualan di platformnya. Amazon juga mengaku akan memberikan semua dukungan yang bisa didapatkan oleh pelaku UMKM.

“Bisnis independen menyumbang sekitar 60 persen dari semua penjualan produk fisik di Amazon. Penjualan tersebut tumbuh lebih cepat daripada penjualan ritel kami sendiri,” ujar juru bicara Amazon.

Sementara itu, Ketua Organisasi UMKM AS, Anne Zimmerman, mengatakan bahwa memasuki musim dingin akan menjadi sangat sulit bagi pelaku UMKM untuk berjualan di AS.

Hal ini karena persaingan dari pengecer online selalu sengit bagi pemilik usaha kecil yang membuka toko.

Ia melihat tak semua UMKM bisa beralih untuk menjadi penjual online. Banyak juga yang masih bertahan melalui toko fisik atau toko offline. "Tetapi tahun ini (persaingan) akan lebih ketat akibat Virus Corona," tutur Anne.