UMM kirim 14 mahasiswa ke Malaysia bantu pekerja migran Indonesia

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirimkan 14 mahasiswa ke Malaysia untuk membantu dan memberikan dukungan kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) di Negeri Jiran tersebut.

Rektor UMM Fauzan di Malang, Jawa Timur, Rabu, mengaku senang dan mengucapkan selamat kepada Fakultas Psikologi serta mahasiswa yang berangkat ke Malaysia.

"Program seperti ini mampu meningkatkan kapasitas, kemampuan dan kepercayaan diri mahasiswa," kata dia.

Ia berharap, program ini diadakan tidak hanya ke Malaysia, namun juga ke negara lain.

"Selamat belajar di negara orang, cari sebanyak mungkin pengalaman dan jangan lupa kalian membawa nama UMM. Semangat terus dan yang terpenting jangan lupa untuk mengabari serta meminta doa restu kepada orang tua,” ucap Fauzan saat melepas 14 mahasiswa tersebut ke Malaysia.

Dosen psikologi sekaligus pendamping mahasiswa di Malaysia Muhammad Fath Mashuri menjelaskan 14 mahasiswa yang diberangkatkan ke Malaysia tersebut, mengikuti program Seco Social Support for Migrant Workers di Malaysia.

Tujuan dari program ini, kata dia, untuk memberikan dukungan psikologis kepada pekerja migran Indonesia yang ada di sana.

Baca juga: Pesmaba 2022 UMM hadirkan flashmob selamat Muktamar dalam empat bahasa

Fath, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UMM dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia, dan mahasiswa yang mengikuti program ini nantinya juga bisa melakukan konversi nilai ke dalam mata kuliah, karena telah mempraktikkan asesmen dan intervensi psikologis.

“Sebanyak 14 mahasiswa yang berangkat ke Malaysia tersebut dibagi menjadi dua tim. Tim pertama berangkat pada awal pekan ini, selama dua minggu mereka melakukan riset atau asesmen mengenai permasalahan apa saja yang dialami pekerja migran disana," ujarnya.

Setelah tim pertama melaporkan asesmennya, kata Fath, tim kedua merancang program, kemudian berangkat pada 3 Oktober 2022 untuk mengaplikasikan rencana yang telah dibuat.

Sejalan dengan apa yang diharapkan Rektor UMM, Fath juga berharap bisa melebarkan program ini ke berbagai tempat untuk memberikan dukungan psikologis bagi pekerja migran Indonesia. Dengan begitu, manfaat yang diberikan dapat dirasakan banyak pihak.

Salah satu mahasiswa psikologi UMM, Silbia Opnia Rista, mengaku beruntung bisa ikut serta dalam kegiatan itu.

Apalagi, program ini bertaraf internasional sehingga bisa memberikan banyak pengalaman baginya.

“Jadi, saya tidak hanya belajar ilmunya, tapi benar-benar bisa mengaplikasikannya di masyarakat. Semoga apa yang saya lakukan di sana bisa memberikan manfaat bagi para pekerja migran Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: Menko PMK: Pedoman 'Isobar' kunci jadi pemimpin unggul masa depan
Baca juga: Menko PMK: Indonesia perlu belajar pada Muhammadiyah
Baca juga: BNPT gandeng UB dan UMM cegah jaringan terorisme di kampus