Umrah Kembali Dibuka, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Kebut Vaksinasi Calon Jemaah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyambut baik Pemerintah Arab Saudi yang telah memberi izin umrah terbatas pada awal Ramadan 1442 Hijriah bagi jemaah yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Menurut dia, hal ini sebuah kabar yang menggembirakan bagi umat muslim Indonesia yang ingin menunaikan ibadah pada bulan puasa Ramadan di tanah suci Mekkah.

"Kementerian Agama harus dapat melakukan sosialisasi kepada jemaah, baik keberangkatan dan setibanya di Tanah Suci terhadap aturan aturan yang harus diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi," kata Azis Syamsuddin, Kamis (8/4/2021).

Azis Syamsuddin mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi agar jemaah umrah indonesia diberikan izin untuk melakukah ibadah umrah ke Tanah Suci.

"Kemenag melalui Ditjen PHU untuk menginformasikan kepada seluruh biro perjalanan umrah terkait dibukanya kembali ibadah umrah agar jemaah yang akan diberangkat ke Tanah Suci dapat mempersiapkan diri secara matang dan dipastikan telah menerima vaksin Covid-19 ditandai dengan sertifikat vaksinasi Covid-19 yang sudah divalidasi" ujarnya.

Politikus Golkar ini berharap, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dapat melakukan percepatan vaksinasi Covid-19, serta memastikan ketersediaan vaksin guna merampungkan proses vaksinasi sesuai target, khususnya bagi calon jemaah umrah.

“Kemenkes untuk mengalokasikan vaksin Covid-19 bagi calon jemaah umrah dan menjadikannya prioritas vaksinasi Covid-19, sehingga mereka dapat segera diberangkatkan umrah ke Tanah Suci," katanya.

Harus Bebas Covid-19

Politikus Golkar itu juga mengingatkan Kemenag dan Kementerian Kesehatan untuk memastikan setiap jemaah umrah yang berangkat sudah bebas Covid-19, ditandai dengan surat hasil swab PCR yang sudah divalidasi serta mengimbau dan memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

"Pengawasan secara ketat atas pelaksanaan protokol kesehatan guna meminimalkan potensi jemaah terinfeksi Covid-19," tutupnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: