UMS dorong mahasiswa berpikir dinamis dan progresif

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa berpikir dinamis dan progresif agar mampu menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Boleh berpikir out of the box. Tidak harus melalui pakem yang ada. Saya juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang punya media sosial dengan pengikut terbanyak," kata Rektor UMS Sofyan Anif pada acara Expo Unit Kegiatan Mahasiswa kampus itu di Edutorium Ahmad Dahlan Solo, Sabtu.

Baca juga: 4.070 mahasiswa baru UMS ikuti Masta

Ia mengatakan dengan memiliki banyak pengikut pada media sosial, diharapkan mahasiswa ini mampu ikut mengembangkan UMS ke depannya.

"Mahasiswa kami jadikan sebagai partner untuk mengembangkan UMS ke depan. Kami jadikan agen dalam rangka internasionalisasi," katanya.

Ia mengatakan jenjang mahasiswa merupakan masa yang paling indah sekaligus potensial untuk berkarya dan berprestasi.

Dengan demikian, diharapkan mereka bisa menjadi mahasiswa generasi unggul, apalagi dalam rangka menghadapi Indonesia Emas 2045.

"Harus tercetak generasi yang progesif, inovatif, dan kreatif, itu harus. Ini jadi bagian dari (tugas) UMS. Para dosen sudah kami arahkan, karena kami mendidik mahasiswa yang akan hidup di zaman yang lebih maju daripada kita dulu," katanya.

Baca juga: Haedar Nashir: Perlu pengembangan internasionalisasi Muhammadiyah

Baca juga: UMS tambah guru besar menuju universitas kelas dunia 2025

Ia juga meminta mahasiswa untuk selalu beradaptasi dan selalu mengembangkan diri. "Harus selalu ada kemauan untuk mengembangkan diri, itu yang paling penting. Tidak harus di sekolah formal, tetapi bekali diri dengan berbagai pengalaman, ilmu pengetahuan, dan mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Salah satu yang harus dilakukan adalah mengubah pola pikir dari SMA. Dalam hal ini, UMS berkomitmen memberikan ruang yang cukup kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi kemampuan diri, salah satunya melalui unit kegiatan mahasiswa.