UMS tambah lima prodi baru magister dan doktor

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menambah lima program studi baru pada Magister dan Doktor untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada calon mahasiswa.

Rektor UMS Sofyan Anif di Solo, Minggu mengatakan lima program studi baru tersebut, yakni program studi S2 Pendidikan Matematika, S2 Informatika, S2 Keperawatan, S3 Farmasi, dan S3 Psikologi.

Ia mengatakan UMS lebih banyak melakukan pengembangan ke atas seperti penambahan program magister dan doktor karena untuk meningkatkan capaian visi misi, sekaligus menjustifikasi visi UMS.

"Terutama dalam hal pengembangan iptek yang Islami dan memberi arah perubahan. UMS dalam hal pengakuan pengembangan keilmuan, kemudian kami artikan dalam bentuk pengembangan program studi S2 dan S3," katanya.

Baca juga: UMS gandeng Tongmyong University mantapkan eksistensi internasional

Baca juga: UMS berangkatkan mobil listrik inovasi mahasiswa ke Mandalika

Meski demikian, pengembangan keilmuan tersebut disesuaikan dengan visi dan misi UMS, baik untuk tingkat S1, S2, maupun S3.

"Kami berharap lima prodi ini mampu memperkuat keberadaan UMS sehingga makin diakui oleh masyarakat. Tentu tetap sesuai dengan visi dan misi UMS Reinstra 2021-2025 UMS, memperkuat posisi UMS dalam meraih akreditasi unggul," katanya.

Ia mengatakan UMS juga harus memperhatikan kompetisi terutama dalam pengembangan mutu dan kualitas pendidikannya.

"Selain itu, tidak kalah penting untuk melakukan sinergi antarkelembagaan dan antarinstansi di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," katanya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko berharap dengan bertambahnya program studi baru mampu meningkatkan mutu dan menjadi pengembangan UMS secara garis panjang sesuai rencana strategisnya.

Ia mengatakan LLDIKTI juga siap bersinergi dengan UMS di antaranya dalam hal dosen dan kenaikan pangkat mengingat saat ini persaingan makin kompetitif.

Baca juga: UMS dorong mahasiswa berpikir dinamis dan progresif

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Surakarta tambah keberadaan mahasiswa asing

Baca juga: Malimpa UMS manfaatkan momen APG 2022 sosialisasi ekspedisi Chimborazo