UMSU bangun gerakan "Meminjamkan Mata" digital bantu tunanetra

Empat mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membangun gerakan "Meminjamkan Mata" melalui aplikasi digital bernama "Mata Kita" untuk membantu para penyandang tunanetra menjalani aktivitas kesehariannya.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FISIP UMSU Dra Yurisna Tanjung, di Medan, Senin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Sebagai akademisi, kami juga memiliki tanggung jawab dalam hal pengabdian masyarakat, dan kegiatan ini merupakan wujud nyata dari hal tersebut," kata Yurisna.

Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan implementasi dari apa yang dipelajari oleh mahasiswa di dalam kelas.

"Aplikasi yang digagas oleh mahasiswa ini adalah model pengembangan 'microvolunteer' berbasis digital, yang merupakan salah satu wujud implementasi praktik ruang kerja lulusan Program Studi Kesejahteraan Sosial yang ada di FISIP UMSU," katanya.

Baca juga: FISIP UMSU luncurkan buku "Rekam Jejak di Masa COVID-19"

Sebagai langkah lanjutan untuk gerakan ini, kata dia, para mahasiswa tersebut melibatkan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara sebagai mitra dalam melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi.

Ketua Tim Muhammad Rionaldo yang didampingi 3 anggota Aini Tasya Nadria, Zayyan Ramadhanti, dan Indah Adelia mengatakan bahwa aplikasi yang mereka beri nama "Mata Kita" ini merupakan salah satu luaran dari rangkaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang akan mereka jalankan.

"Melalui aplikasi ini, penyandang disabilitas netra dapat meminta bantuan untuk melakukan kegiatan aktivitas sehari-hari pada relawan yang sudah terdaftar melalui panggilan video call," katanya.

Sebelumnya empat mahasiswa FISIP UMSU ini berhasil memenangi hibah pendanaan PKM yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) berjudul "Pengembangan Model Microvolunteer Berbasis Aplikasi Digital Sebagai Mediator Relawan Guna Aktifitas Keseharian Penyandang Tunanetra".

Baca juga: UMSU perkuat program internasionalisasi

Rionaldo melanjutkan, ketika penyandang tunanetra sendirian di rumah dan memerlukan bantuan, maka dengan cukup menekan tombol bantuan pada aplikasi yang ada di handphone (HP), penyandang tunanetra akan terhubung kepada relawan "Mata Kita".

Selanjutnya, relawan akan membantu apa keperluan penyandang tunanetra melalui "video call".

Misalnya, saat penyandang tunanetra ingin mengetahui obat apa yang akan diminum, maka relawan lewat "video call" akan memberi petunjuk arah obat mana yang memang akan diminum.

"Petunjuk arah itu menggunakan kata kanan, kiri, atas, bawah, depan dan belakang. Ini jugalah yang dimaksudkan dengan gerakan 'Meminjamkan Mata' untuk penyandang tunanetra itu," katanya.

Baca juga: Jepang-UMSU kerja sama riset pengembangan energi terbarukan

Ketua Pertuni Sumut Syaiful Bahri Daulay menyambut baik kegiatan dan gagasan para mahasiswa FISIP UMSU tersebut.

"Saya berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa FISIP UMSU yang telah menggagas aplikasi ini. Ide dan aplikasi ini akan sangat bermanfaat bagi kami terutama saat kami sedang sendirian di rumah," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel