WHO Umumkan Kemungkinan Varian Baru, Luhut: Kita Masih Hadapi Ancaman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan untuk mewaspadai gelombang ketiga pandemi COVID-19 yang kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat. WHO juga sudah mengumumkan kemungkinan varian baru yang akan muncul dengan tingkat penularan yang lebih cepat dan infeksi lebih kuat.

"Kita masih harus menghadapi ancaman ke depan. Kita tidak bisa habiskan waktu kita berdebat di sana-sini, tapi yang penting kita bekerja untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk ke depan," ujar Menko Luhut dalam acara peresmian Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Asrama Haji sebagai RS Rujukan COVID-19, Senin 19 Juli 2021.

Baca juga: Dana Haji Menumpuk, Menkeu Minta BPKH Kelola Secara Efektif

Selain itu, dia juga menyampaikan apresiasi tinggi untuk para tenaga kesehatan (nakes) yang sudah berjuang bersama menghadapi pandemi COVID-19.

"Mari kita terus sinergi dan gotong royong untuk menghadapi Pandemi COVID-19 ini, kita tidak dapat menghadapi ‘musuh yang tidak terlihat’ ini sendiri. Kebersamaan, solidaritas, Persatuan dan Perubahan Perilaku kita adalah kunci dalam menghadapi Krisis ini," tutur Menko Luhut.

PT Pertamina Bina Medika IHC diketahui akan mengoperasikan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Asrama Haji yang dikelola oleh RS Pertamina Jaya, salah satu unit usaha PT Pertamina Bina Medika IHC sebagai RS rujukan COVID-19.

Menko Luhut hadir secara virtual untuk meresmikan RS Rujukan COVID-19 tersebut. Ia mengucapkan selamat dan yakin RS ekstensi IHC ini akan sangat bermanfaat untuk perawatan pasien COVID-19.

"Dan juga menghadapi ancaman bila terjadi mutasi-mutasi baru dari COVID-19. Saya rasa ini hasil kerja riil yang perlu kita apresiasi bersama, sinergi yang luar biasa dari Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan yang di lapangan didukung oleh tim dr. Fathema," kata Menko Luhut.

Sebelumnya Luhut telah mengunjungi Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur yang dikelola Kementerian Kesehatan dan saat ini memiliki 900 tempat tidur. Kemudian, RSPJ Ekstensi Arafah Asrama Haji Pondok Gede memiliki 145 bed ICU dengan kelengkapan alat yang luar biasa.

Lebih lanjut, untuk kebutuhan Iso tank dan oksigen di RS tersebut sudah dibantu oleh IMIP Morowali, Pertamina, Kementerian PUPR, dan Samator.

"Kita akan terus menambah lokasi isolasi terpusat dan RS Modular serta Rumah Oksigen. Kemarin saya juga sudah meninjau Rumah Oksigen dan model ini bisa kita tambahkan lagi di luar DKI tujuannya seperti permintaan Presiden agar rakyat kita yang berada di tempat-tempat yang kurang beruntung bisa segera diidentifikasi yang positif dan kemudian dirawat dengan baik," ujar Luhut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel