AS umumkan 'tindakan' pascapeninjauan ulang pelatihan militer Arab Saudi

WASHINGTON (Reuters) - Pemerintah AS, Senin, akan mengumumkan "tindakan" beserta hasil penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman atas penembakan pada Desember di Pangkalan Udara Angkatan Laut Pensacola di Florida, yang menewaskan tiga anggota dinas AS dan melukai delapan warga Amerika lainnya, kata seorang pejabat kepada Reuters.

Sejumlah kanal berita, termasuk CNN, Washington Post dan Associated Press, melaporkan bahwa belasan prajurit Saudi yang menjalani pelatihan di pangkalan militer AS akan diusir dari Amerika Serikat.

Jaksa Agung William Barr dan Wakil Direktur FBI David Bowdich akan menyampaikan pengumuman saat konferensi pers Senin. Pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah akan mengungkapkan beberapa "tindakan" sehubungan dengan penyelidikan tersebut, tetapi menolak menjelaskannya lebih lanjut.

Personel Saudi yang diusir tidak dituduh membantu letnan dua Angkatan Udara Arab Saudi, yang menewaskan tiga pelaut Amerika di instalasi Pensacola, lapor CNN, mengutip sumber yang tak disebutkan namanya. Washington Post melansir penyelidikan tersebut menemukan koneksi terhadap "retorika ekstremis, kepemilikan pornografi anak dan kegagalan segelintir orang untuk melaporkan perilaku yang mengkhawatirkan oleh pria bersenjata" dalam serangan tersebut.

FBI, Departemen Kehakiman dan Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar. Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington tidak segera menanggapi untuk dimintai komentar.

Menteri Pertahanan Mark Esper pada Minggu mengatakan di "Face the Nation" CBS bahwa ia telah menandatangani "arahan yang membahas penyaringan yang disempurnakan dari seluruh mahasiswa asing kami yang membahas mandat ke depan, kebijakan senjata."

Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien mengatakan kepada "Fox News Sunday" bahwa penembakan itu "menunjukkan bahwa ada kesalahan dalam cara kami melakukan pemeriksaan. "

Pada 10 Desember Pentagon mengumumkan bakal menghentikan pelatihan operasional seluruh personel militer Arab Saudi di Amerika Serikat pasca insiden tersebut. Sementara itu, pada 19 Desember Pentagon mengumumkan bahwa pihaknya tak menemukan ancaman selama pemeriksaan sekitar 850 mahasiswa militer dari Arab Saudi yang belajar di Amerika Serikat.

FBI mengatakan para penyelidik AS yakin bahwa Letnan Dua Angkatan Udara Arab Saudi Mohammed Saeed Alshamrani (21) merupakan pelaku tunggal dalam penembakan tersebut, sebelum akhirnya ditembak mati oleh seorang wakil sheriff.