Umur 14 Tahun Sudah Jadi PSK

Laporan Wartawan Bangka Po,s Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Polisi Bangka kembali menemukan pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur. Bunga (14) yang mengaku kegadisannya direnggut saat dibawa ke eks lokalisasi SG Merawang ternyata tidak benar. Ternyata Bunga telah menjadi PSK di salah satu kawasan di Jakarta.

Hal ini terungkap setelah pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bangka memintai keterangan Bunga. Sejumlah fakta baru didapatkan bahwa Bunga juga mengetahui kalau dirinya ke Bangka untuk melayani pria hidung belang.

"Jadi walaupun masih dibawah umur namun Bunga ini sebelum ke Bangka sudah menjadi PSK di Jakarta," kata Kasat Reskrim AKP Setiadi seizin Kapolres Bangka AKBP Pipit Rismanto Senin (17/12/2012).

AKP Setiadi menambahkan walaupun saat ke Bangka Bunga melayani hidung belang tidak dipaksa namun pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Salah satunya adalah mencari C yang merupakan pemilik wisma tempat Bunga ditampung. Berdasarkan keterangan keluarga C masih berada di Jakarta dan belum kembali.

"Tetap kita dalami dan jika didapati memang ada unsur pidananya maka akan terus berlanjut,' kata Setiadi.

Seperti diberitakan sebelumnya Bunga ditemukan oleh anggota Polres Bangka saat menggelar razia Pekat di eks Lokalisasi SG Merawang. Bunga yang berada disalah satu kamar rumah pemilik wisma yang bersebelahan awalnya mengaku telah ditipu oleh pemilik wisma. Saat ditemukan Bunga bersama salah seorang wanita lainnya yang tidak memiliki identitas.

Bahkan saat itu Bunga kepada petugas mengaku kegadisannya direnggut di wisma tersebut dengan bayaran Rp 300.000. Sehingga awalnya polisi menduga merupakan kasus traficking anak yang dijadikan budak seks. Setelah didalami ternyata saat ditawari ke Bangka Bunga tahu akan dipekerjakan sebagai PSK.

Baca juga:

  • Banjir Melanda Sebagian Wilayah Pesisir Selatan
  • Jalinbar Longsor 40 Meter Kotaagung-Krui Kembali Lumpuh Total
  • Bandara Bungo Belum Diterangi Listrik
  • 11 Desa di Batanghari Terendam


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.