UN Women Gelar Semiinar Virtual 'Ring the Bell for Gender Equality'

Syahdan Nurdin, fandysyah996-810
·Bacaan 7 menit

VIVA – Di tengah krisis akibat pandemi COVID-19 yang membebani perempuan secara tidak proporsional, tidak ada kesempatan lain yang lebih tepat dari hari ini untuk menyoroti pemberdayaan dan kepemimpinan perempuan di sektor bisnis.

Pada 9 Maret 2021, UN Women melalui program WeEmpowerAsia yang didanai Uni Eropa, Indonesia Global Compact Network (IGCN), dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), dengan dukungan Bursa Efek Indonesia dan International Finance Corporation, menggelar acara virtual “Ring the Bell for Gender Equality” di Indonesia untuk memobilisasi sektor bisnis dalam memajukan kesetaraan gender, khususnya di tengah kondisi menantang seperti sekarang.

Inisiatif ini merupakan bagian dari acara pembunyian bel yang dilakukan serentak di lebih dari 100 bursa efek di seluruh dunia dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2021 dengan tema “Women in Leadership: Achieving an equal future in a COVID-19 world.”

Dalam pidato utamanya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pahala Nugraha Mansury, yang mewakili Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, “Saya ingin mengambil momen penting hari ini untuk mengingatkan kita semua untuk menggunakan kekuatan, kewenangan, dan kemampuan kita agar perempuan yang ada di sekitar kita lebih berdaya, bermakna, dan semakin memiliki peran hingga ke level tingkat pimpinan. Untuk itu, mari kita membuka kesempatan bagi peran dan kemajuan perempuan untuk bisa membuka pintu-pintu kemajuan fundamental perusahaan dan bangsa,” jelas Pahala Nugraha Mansury.

Anita Bhatia, Deputy Executive Director UN Women, mendukung inisiatif sektor bisnis dalam masa sulit seperti sekarang, dengan menekankan kembali pentingnya keterwakilan perempuan dalam pemulihan ekonomi pasca COVID-19.

“Momentum ini menyoroti pentingnya sinergi antara memulai kembali pertumbuhan ekonomi dan mendorong kemajuan dalam kesetaraan gender, serta menciptakan masyarakat post-pandemi yang memperhatikan kesetaraan gender di seluruh sektor dan level kepemimpinan agar pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan lebih kuat bagi semua orang,” ujar Anita dalam sambutannya.

Henriette Faergemann, First Counsellor – Environment, Climate Action and ICT, European Union Delegation to Indonesia juga mendorong perusahaan dan organisasi lain yang hadir secara virtual dalam acara hari ini untuk menjadi pendukung kesetaraan gender.

“Kepemimpinan perempuan dalam sektor bisnis memajukan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui inisiatif WeEmpowerAsia, Uni Eropa bekerja di Indonesia untuk menunjukkan bahwa mendukung perempuan di dunia kerja adalah penting dan juga menguntungkan. Kepemimpinan perempuan di masa ini menjadi sangat penting ketika kita semua menghadapi tantangan ekonomi global yang berdampak sangat berat terutama bagi perempuan.”

Pada tahun 2018, sebuah studi dari IBCWE, IGCN, dan UN Women mengenai Penerapan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan di 50 Perusahaan Top Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata persentase perempuan dalam jajaran direksi perusahaan dibanding total jumlah direksi hanya sebesar 28%.

Walaupun 68?ri perusahaan ini telah membuat komitmen nyata untuk menyediakan fasilitas bagi pekerja perempuan, seperti ruang laktasi dan perawatan anak, pengaturan kerja yang fleksibel, program pendidikan dan pelatihan, hanya 30% yang memiliki kebijakan terkait pemberian kesempatan setara, promosi, dan kemajuan karir dan hanya 6% yang memiliki kebijakan untuk secara reguler mengevaluasi kebijakan upah yang setara.

“Untuk mendorong tujuan pemberdayaan perempuan, kita butuh berkolaborasi. Hal ini membutuhkan pendekatan lintas sektor antara sektor publik, masyarakat sipil, serta sektor bisnis. Sektor bisnis merupakan salah satu sekutu yang paling strategis dan berpengaruh dalam mendorong implementasi prinsip pemberdayaan perempuan. Saya mengajak seluruh pimpinan perusahaan untuk meninjau hal-hal yang dapat ditingkatkan di tempat kerja, tempat usaha, dan komunitas, agar dapat membawa dampak positif bagi pekerja perempuan, pemasok perempuan, dan konsumen perempuan,” kata Shinta Kamdani, Board Member Indonesia Business Coalition for Women’s Empowerment (IBCWE) saat memimpin sesi apresiasi bagi perusahaan Indonesia yang telah menandatangani Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan.

Menegaskan pernyataan Shinta Kamdani, Y.W. Junardy, Presiden Indonesia Global Compact Network (IGCN) juga mengajak lebih banyak bisnis untuk mengambil tindakan nyata.

“Bisnis perlu berkomitmen dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Memberdayakan perempuan di tempat kerja, tempat usaha, dan komunitas menciptakan masa depan yang berkelanjutan, tidak hanya bagi pekerja, namun juga bagi keberlangsungan perusahaan. UN Global Compact melalui perwakilannya di Indonesia, IGCN, telah menginspirasi dan mengajak banyak perusahaan untuk mengambil langkah konkrit dalam memajukan pemberdayaan perempuan, salah satunya dengan mengadakan capacity building yang mengacu pada Women’s Empowerment Principles (WEPs).”

Diluncurkan pada 2010 oleh UN Women dan UN Global Compact, Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan atau Women’s Empowerment Principles (WEPs) mencakup tujuh prinsip yang membantu bisnis lebih responsif gender dalam rantai pasokan mereka.

Dengan menjadi bagian dari komunitas ini, perusahaan dapat menganalisis inisiatif yang mereka miliki, menentukan pencapaian dan pelaporan yang mereka inginkan, serta menyusun upaya-upaya responsif gender untuk mewujudkan pemberdayaan perempuan. Per hari ini, 60 perusahaan Indonesia telah menandatangani WEPs dan jumlah ini diharapkan akan terus bertambah.

“Para pemimpin di seluruh dunia saat ini menghadapi tantangan membangun kembali ekonomi yang lebih baik pasca pandemi, dan ketika upaya ini dilakukan, perempuan harus menjadi aktor utama dalam menjalankan misi penting ini,” ujar Azam Khan, IFC Country Manager for Indonesia, Malaysia and Timor-Leste. “Kami menyambut baik dukungan dari sektor bisnis dan bursa efek dalam mengadvokasi keterwakilan gender dalam jajaran direksi dan manajemen senior perusahaan sebagai strategi bisnis yang cerdas.”

Risa Rustam, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Bursa Efek Indonesia, mengajak sektor bisnis di Indonesia bekerjasama untuk mewujudkan kesetaraan gender, “Lebih dari 42?ri populasi Indonesia adalah perempuan. Karena itulah, berinvestasi dalam kesetaraan gender menjadi hal yang tepat dan bijak untuk dilakukan. Tidak hanya mendorong terciptanya komunitas yang lebih aman, kesetaraan gender juga akan membawa keuntungan untuk bisnis dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan, sehingga perusahaan perlu bekerja bersama untuk mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam praktik bisnis mereka.”

Tentang UN Women
UN Women merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berdedikasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Upaya UN Women didasarkan pada keyakinan dasar bahwa setiap perempuan berhak menjalani hidup yang bebas dari kekerasan, kemiskinan, dan diskriminasi, dan bahwa kesetaraan gender merupakan prasyarat dalam tercapainya pembangunan global. WeEmpowerAsia adalah program UN Women yang didanai dan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Uni Eropa, untuk meningkatkan jumlah perempuan yang memimpin dan berpartisipasi dalam bisnis di China, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://weempowerasia.org.

Tentang IGCN
Indonesia Global Compact Network (IGCN) merupakan jaringan lokal dari United Nations Global Compact, gerakan berkelanjutan sektor swasta terbesar di dunia. Sebuah inisiatif untuk menggalang dunia usaha, institusi pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan melaksanakan 10 Prinsip yang telah diterima secara universal dibidang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan hidup anti korupsi.

Tentang IBCWE
Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) merupakan koalisi perusahaan yang berkomitmen untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. Misi kami adalah mendukung bisnis untuk mengoptimalkan perannya dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. IBCWE terbentuk atas dukungan Pemerintah Australia melalui program Investing in Women.

Tentang IDX
Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah salah satu perusahaan Self-Regulatory Organization (SRO) non-profit di Pasar Modal Indonesia yang menyelenggarakan dan menyediakan jasa bursa efek seperti data dan informasi pasar, peraturan, infrastruktur perdagangan, dan perdagangan efek. BEI beroperasi dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai satu-satunya bursa efek di Indonesia, BEI secara konsisten mengedepankan integritas Pasar Modal Indonesia dan

memastikan aktivitas perdagangan efek diselenggarakan secara tertib, teratur, dan efisien. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi www.idx.co.id.

Tentang IFC
IFC—anggota Kelompok Bank Dunia — merupakan institusi pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang. Kami bekerja di lebih dari 100 negara, dengan memanfaatkan modal, keahlian, dan pengaruh kami untuk menciptakan pasar dan peluang di negara berkembang. Pada tahun fiskal 2020, kami menginvestasikan $22 miliar pada perusahaan swasta dan lembaga keuangan di negara berkembang, memanfaatkan kekuatan sektor swasta untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.ifc.org.

Tentang Uni Eropa
Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 Negara Anggota. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona yang stabil, demokratis, dan pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi, dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mencapai perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi, dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

27 negara anggota Uni Eropa (dalam urutan abjad) adalah: Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hongaria, Irlandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta, Polandia, Portugal, Prancis, Romania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Yunani.