Unair Bikin Reagen PCR agar Deteksi COVID-19 Lebih Cepat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan Kimia Farma untuk mengembangkan reagen yang diberi nama reagen+. Reagen ini diklaim dapat memberikan hasil deteksi COVID-19 lebih cepat.

"Reagen+ memiliki keunggulan hasil PCR yang hanya membutuhkan waktu dua jam, jauh lebih singkat dibandingkan reagen sebelumnya yang membutuhkan waktu hingga 24 jam," ujar Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih di Surabaya, Rabu, (11/11/2020), seperti dikutip dari Antara.

Nasih menuturkan, untuk pengadaan proses lanjutannya, Unair akan bekerja sama dengan Kimia Farma. Selain itu, proses tes PCR COVID-19 biasanya ada tiga tahapan, yakni pengambilan serat, mencampur proses persiapan dan terakhir masuk mesin PCR.

Sementara dalam proses Reagen+, persiapan di tahap kedua bisa dipotong sehingga hanya membutuhkan dua tahap sebelum masuk ke PCR COVID-19.

"Reagen+ untuk PCR ini juga kerja sama dengan TNI untuk bisa digunakan oleh mereka. Tentu juga jika prosesnya lancar, bisa dimanfaatkan ke tempat-tempat yang lain," ujar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Waktu Pemeriksaan Lebih Singkat

Petugas medis menata sampel penumpang KRL Commuter Line saat tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Selasa, (5/5/2020). Pemkot Bekasi melakukan tes swab secara massal setelah tiga penumpang KRL dari Bogor terdeteksi virus corona. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas medis menata sampel penumpang KRL Commuter Line saat tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Selasa, (5/5/2020). Pemkot Bekasi melakukan tes swab secara massal setelah tiga penumpang KRL dari Bogor terdeteksi virus corona. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Ketua Institute of Tropical Disease (ITD) dan tim peneliti Unair Prof. Maria Lucia Inge Lusida mengatakan ada satu langkah yang dihilangkan dan diganti dalam reagen+. Hal ini agar waktu pemeriksaannya bisa lebih singkat.

"Reagen ini memotong langkah dan menggantinya. Biasanya ada tiga langkah, dengan reagen ini hanya dua langkah karena step yang dipotong digantikan dengan langkah yang lainnya," ujarnya.

Prof. Inge menuturkan, reagen ini sudah dilakukan percobaan awal dengan hasil yang baik dan pihaknya akan memperbanyak reagen tersebut. Percobaan ini dilakukan dengan beragam sampel yang telah dimiliki ITD Unair.

"Sementara ini hasilnya bagus. Nah, ini bisa diteruskan lagi tesnya. Ya sudah kami kasihkan ke Kimia Farma agar bisa diproduksi lebih banyak," ujar dia.

Modifikasi reagen ini juga diperuntukkan agar masyarakat dapat melakukan tes PCR dengan harga yang lebih terjangkau, yakni sekitar Rp100 ribu dan bisa mendapatkan hasil lebih cepat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini