Unair Punya 3 Guru Besar Baru, Siapa Mereka?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengukuhkan tiga guru besar atau profesor baru pada sidang terbuka di kampus setempat, Rabu, (27/10/2021).

Tiga guru besar tersebut adalah Profesor Nurul Barizah, S.H., LL.M., Ph.D., dalam bidang Ilmu Hukum Internasional; Profesor Dr. Retno Sari, M.Sc., Apt., dalam bidang Ilmu Farmasetika; dan Profesor Dr. Yudi Her Oktaviono, dr. Sp.JP(K) FIHA., dalam bidang Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler.

Rektor Unair Mohammad Nasih mengatakan, tambahan tiga guru besar akan menambah energi bagi Unair untuk bisa terus berbakti, mengabdi dan memberikan kemanfaatan bagi umat manusia, baik secara lokal, nasional maupun global.

"Dengan adanya gagasan atau ide yang disampaikan oleh tiga guru besar ini, kita semakin optimistis tentang masa depan Universitas Airlangga, Indonesia dan masa depan peradaban dunia yang saat ini kita alami bersama," katanya.

Pada proses pengukuhan guru besar Unair itu, ketiganya profesor memberikan orasi ilmiah soal kemajuan keilmuan masing-masing bidang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penjanjian Trips

Kampus Unair Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Kampus Unair Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Profesor Nurul menyampaikan orasi bertajuk "Fleksibilitas Perjanjian Trips dan Model Inovasi Terbuka sebagai Solusi Global yang Adil untuk Akses Obat-Obatan dan Vaksin Menghadapi Pandemi COVID-19".

Sedangkan Profesor Retno memaparkan orasinya tentang "Potensi dan Aplikasi Kitosan sebagai Biomaterial di Bidang Teknologi Farmasi dan Biomedis".

Sementara Profesor Yudi menyampaikan orasinya yang bertajuk "Sel Punca Pembuluh Darah: Harapan Baru Terapi Regeneratif Penyakit Jantung Koroner".

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel