Unair Tiru 'Indonesia Mengajar' Ala Anis Baswedan  

TEMPO.CO, Surabaya - Terinspirasi sukses gerakan »Indonesia Mengajar” yang digagas Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan, sejumlah kampus meluncurkan program serupa. Salah satunya adalah »Program Scolah Unair Mengajar" yang dilakukan Universitas Airlangga, Surabaya.

Dengan slogan »Memberi Harapan, Menebar Inspirasi, Membangun Mimpi” program ini diharapkan memberi warna pendidikan yang lebih segar bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah Jawa Timur. Pada angkatan pertama ini, Scolah Unair Mengajar menerjunkan 30 mahasiswa relawan pengajar muda. Mereka diseleksi dari beberapa jurusan yang ada di Unair.

»Progam ini tidak ada hubungannya antara organisasi Indonesia Mengajar dengan Scolah Unair Mengajar, melainkan ada keterikatan emosional saling sharing dan harus saling mendukung,” kata Ketua Yayasan Indonesia Mengajar, Anis Baswedan, saat peluncuran Scolah Unair Mengajar di kampus Unair, Rabu 17 Oktober 2012. Turut hadir dalam acara ini tersebut para Pengajar Muda Indonesia Mengajar Angkatan II dari wilayah Jawa Timur.

Anis mengatakan program-program mengajar ini penting karena pendidikan harus menjadi tanggung jawab semua orang. Makanya semua harus ikut bergerak dan turun tangan. Ia yakin anak-anak muda di Kota Surabaya punya semangat besar untuk itu. »Saya rasa teman-teman yang ada di Surabaya ini adalah yang meneruskan semangat perjuangan para pahlawannya, karena selama ini Surabaya adalah Kota Pahlawan,” kata Anis.

Ketua Program Scolah Unair Mengajar, Royan Dawud Aldian, mengatakan program ini mentargetkan bisa mengirimkan pengajar-pengajar muda ke sekolah-sekolah yang infrastruktur, sarana dan prasarananya, masih minim di Jawa Timur. »Untuk pendanaan  kami selaku panitia masih dari donatur maupun sponsor,’’ kata Mahasiswa Teknoiomedik Unair itu.

Menurut Royan, gerakan Program Scolah Unair Mengajar ini lahir karena Kota Surabaya yang meski sudah bergelar kota metropolitan tapi secara pendidikannya belum mencerminkan itu. Masih ada sebagian dari mereka yang termarjinalkan sampai saat ini. »Gerakan ini aka ada sampai masalah pendidikan ini tuntas,” kata Royan.

Dian Novita Fitriani, Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Perpustakaan sekaligus Ketua Divisi Rekrutmen Scolah Unair Mengajar mengatakan lokasi pengajar akan dipusatkan di tiga titik. Pertama di rumah belajar, di daerah Panjang Jiwo; kedua, di rumah belajar Suko Manunggal, dan SD binaan Sukoharjo.

BUDI SANTOSO

Berita terpopuler lainnya:

Dua Polisi yang Hilang di Poso Ditemukan Tewas 

Foto Syur Novi Amilia Tersebar di Balikpapan

Manggung, Dada Jennifer Lopez Menyembul

Novel Diincar Kepolisian Lewat Yuri?

Akui Divasektomi, Limbad Siap Tes DNA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.