Unand luncurkan Pusat Kolaborasi Riset Nanoselulosa bersama BRIN

Universitas Andalas (Unand) Padang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendirikan Pusat Kolaborasi Riset Nanoselulosa sebagai lembaga kajian akademik dan penelitian yang fokus meneliti material sumber daya terbarukan nanoselulosa.

"Pada era industri modern saat ini banyaknya produksi dan penggunaan polimer sintetis dapat merusak lingkungan, untuk mengatasi masalah ini alternatif yang dapat digunakan adalah penggunaan material dari sumber daya terbarukan berbasis bio seperti nanoselulosa," kata Ketua Pusat Kolaborasi Riset Nanoselulosa Prof Hairul Abral di Padang, Kamis.

Menurut dia, pusat kolaborasi riset ini bekerja sama dengan Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Pusat Riset Material Maju, Institut Teknologi Batam, Politeknik Pertanian Payakumbuh dan Universitas Jember.

Ia menjelaskan nanoselulosa merupakan material berkelanjutan yang bersifat biodegradable yang banyak digunakan pada aplikasi industri menggantikan bahan sintetis bersifat lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Unand evaluasi pola pembinaan asrama usai kasus intimidasi mahasiswa

Baca juga: Dosen Kesmas Unand sosialisasikan makanan olahan dadih cegah stunting

"Nanoselulosa punya keunggulan memiliki kemampuan dispersi dan dapat dimodifikasi sesuai keinginan, sifar mekanik baik, densitas rendah, ketahanan termal tinggi, biodegradable dan ketersediaan berlimpah," ujarnya.

Pusat Kolaborasi Riset ini akan mengkaji produksi nanoselulosa, efek penambahan nanoselulosa pada material produk, masalah yang berhubungan dengan kesehatan serta biodegradabilitas bahan berbasis nanoselulosa untuk makanan.

Kemudian menghasilkan luaran produk berbasis nanoselulosa, produl prototipe, Hak Kekayaan Intelektual, paten hingga publikasi internasional bereputasi.

"Kami berharap kehadiran Pusat Kolaborasi Riset ini bisa menciptakan iklim riset yang kondusif di Indonesia pada bidang nanoselulosa dan menjadi pusat teknologi rekayasa nanoselulosa," ujarnya.

Sementara, Rektor Unand Prof Yuliandri menyampaikan salah satu tridharma perguruan tinggi adalah penelitian dan Unand termasuk yang ditunjuk oleh BRIN mendirikan Pusat Kolaborasi Riset ini.

Menurut rektor, ini merupakan salah satu inovasi yang akan terus dikembangkan.

Sementara, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan Pusat Kolaborasi Riset merupakan salah satu skema dari sembilan skema hibah riset yang ada di BRIN.

"Skema ini diperuntukkan bagi kampus lokal di Indonesia dan harus fokus ke satu topik tertentu serta melibatkan salah satu pusat riset yang ada di BRIN," ujarnya.

Ia menambahkan BRIN dapat mendukung keberadaan Pusat Kolaborasi Riset hingga tujuh tahun guna menjaring mutiara periset dari seluruh Indonesia.*

Baca juga: Unand wisuda lima UKM kota Solok lulus program inkubasi terpadu

Baca juga: Guru besar Unand sebut gambir jadi bahan baku industri masa depan