AS Undang Seluruh Menlu Dunia Bahas Ketidaksetaraan Akses Vaksin COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, D.C - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan bahwa pada 10 November akan menggelar pertemuan virtual bagi para menteri luar negeri seluruh dunia untuk membahas pandemi COVID-19.

Ia menyatakan janji untuk bekerja mengatasi ketidaksetaraan secara global soal akses untuk mendapatkan pasokan vaksin COVID-19.

"Meskipun ada kemajuan menyangkut vaksinasi di seluruh dunia, kita belum berada di titik yang seharusnya," kata Blinken melalui pernyataan untuk mengumumkan pertemuan pada 10 November tersebut sebagaimana diwartakan Reuters, dikutip dari Antara, Minggu (7/11/2021).

Pertemuan itu akan berlangsung setelah Presiden AS Joe Biden juga menjadi tuan rumah pertemuan tinggi pada 22 September secara daring.

AS Akan Sumbang 500 Juta Vaksin COVID-19 untuk Dunia

Finn Washburn (9) disuntik vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech saat adiknya, Piper Washburn (6) menunggu giliran saat vaksinasi anak 5 - 11 tahun di San Jose, California, Rabu (3/11/2021). Ini menjadi langkah perdana vaksinasi Covid-19 bagi anak kecil di Amerika Serikat. (AP Photo Noah Berger)
Finn Washburn (9) disuntik vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech saat adiknya, Piper Washburn (6) menunggu giliran saat vaksinasi anak 5 - 11 tahun di San Jose, California, Rabu (3/11/2021). Ini menjadi langkah perdana vaksinasi Covid-19 bagi anak kecil di Amerika Serikat. (AP Photo Noah Berger)

Dalam pertemuan dengan para pemimpin dunia tersebut, Biden berjanji membeli 500 juta lagi dosis vaksin COVID-19 untuk disumbangkan kepada negara-negara lain.

Amerika Serikat berada di bawah tekanan untuk berbagai pasokan vaksinnya dengan negara-negara lain.

Penduduk di AS saat ini sudah ditawari untuk mendapatkan suntikan vaksin booster (penguat) menjelang musim dingin.

"Kami akan membahas peningkatan upaya mewujudkan kesetaraan pengadaan vaksin dan manfaatnya," kata Blinken.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel