Underwater: Konsistensi Pengambilan Gambar dan Penyajian Teror Adalah Kunci

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2019, Kristen Stewart membuat aib lewat Charlie’s Angels. Gagal memuncaki box office dan dicaci maki kritikus tahun lalu, Kristen Stewart masih punya senjata cadangan, Underwater.

Disebut senjata cadangan karena Underwater syuting tahun 2017. Baru dirilis Januari 2019 menyusul proses panjang akuisisi 20th Century Fox oleh Disney. Di luar dugaan, Underwater tidak buruk.

Diperkuat penulis naskah Brian Duffield (Insurgent) dan Adam Cozad (The Legend of Tarzan), Underwater menyajikan kisah penyelamatan diri yang sangat intens. Ketegangan Underwater terjaga baik. Akting Kristen Stewart pun ciamik. Berikut ulasan kami.

Berjalan di Dasar Laut

Adegan film Underwater. (Foto: Dok. IMDb/ Chernin Entertainment)

Underwater mengisahkan teknisi Norah Price (Kristen) yang bekerja di stasiun pengeboran minyak dasar laut, di sekitar palung Mariana. Bekerja di Stasiun Keppler yang mengebor sedalam 11 km, hari itu, Norah tengah menggosok gigi. Dari atap, air menetes. Dalam hitungan menit terjadi ledakan dahsyat.

Kerusakan di Stasiun Keppler mencapai 70 persen. Norah bersama Rodrigo (Mamoudou) menyelamatkan diri dari balik reruntuhan dan lari ke ruang lain. Di sana, ia bertemu Kapten Lucien (Vincent), Paul (Miller), Emily (Jessica), dan Liam Smith (John). Lucien membuat rencana darurat.

Saat hampir semua fasilitas stasiun rusak, Lucien dan kawan-kawan melakukan penyelamatan manual. Lucien mengajak tim berjalan kaki di dasar laut mengenakan baju selam menyerupai astronaut.

Mereka menuju Stasiun Roebuck sejauh 1,7 km. Musibah tak henti sampai di situ. Paul dan Smith melihat banyak ganggang mengapung. Keduanya juga mengaku melihat makhluk aneh melintas di sekitar stasiun. Lucien dan Norah tak percaya. Di sinilah pengetahuan dan daya sintas manusia diuji alam.

Konsistensi Pengambilan Gambar

Adegan film Underwater. (Foto: Dok. IMDb/ Chernin Entertainment)

Ada banyak hal menarik di film ini. Pertama, konsistensi pengambilan gambar di sekitar palung yang berporos pada ambyarnya stasiun dan kehidupan bawah laut.

Sinematografer Bojan Bazelli yang kita kenal lewat film Mr. and Mrs. Smith, The Ring, dan Pete’s Dragon membawa hawa dingin ke layar lebar.

Lewat gambar-gambarnya, kita bisa berempati mengapa para peneliti tak bisa membedakan siang dan malam. Hanya mampu membedakan kapan bermimpi dan terjaga. Bagian paling eksostis tentu perjalanan di dasar laut.

Dua Elemen Utama

Adegan film Underwater. (Foto: Dok. IMDb/ Chernin Entertainment)

Hanya ada dua elemen utama di sana, yakni air dan kegelapan. Fakta ini tak serta merta membuat Underwater tampak kelam, muram, dan monoton. Biota laut nyaris tak ada. Kehidupan jadi barang langka. Gambar Bojan dan tim polesan post-production memungkinkan kita melihat detail kelam dan air yang lama-lama menjadi musuh.

Penonton dibuat hanyut dalam air, teror, dan ketidakberdayaan. Inilah yang membuat Underwater menarik. Belum lagi naskah film ini fokus pada satu kata: kesintasan. Bertahan atau pasrah. Pasrah tampaknya bukan pilihan. Sepanjang 90 menitan, yang disajikan Underwater hanya upaya bertahan hidup.

Konflik tidak mbleber ke mana-mana. Kalau pun ada yang out of topic, percakapan Emily dan Norah soal masa lalu mereka. Ini penting untuk menjawab pertanyaan mengapa Norah skeptis cenderung apatis merespons hidup. Begitu pula Emily yang mudah terdistraksi, penakut, gampang panik, namun tetap punya ruang untuk cinta di hati.

Penampil Terbaik Adalah...

Adegan film Underwater. (Foto: Dok. IMDb/ Chernin Entertainment)

Penampil terbaik di film ini tentu saja Kristen Stewart. Ekspresi wajahnya di sepanjang film ini merefleksikan tokoh Norah secara keseluruhan.

Ia tampil dengan rambut sangat cepak, bikin pangling, dan pas dengan karakter Norah yang mandiri. Kadang, skeptis dan apatisnya tampak samar oleh semangat tak mau mati konyol.

Chemistry-nya dengan tokoh lain sengaja dibuat berjarak. Ini bisa dipahami mengingat hubungan para tokoh di film ini sebatas rekan kerja. Bencanalah yang menyatukan mereka. Seketika.

Bukan Formula Baru

Salah satu adegan film Underwater. (Dok. IMDb/ 20th Century Fox)

Sisi minusnya bisa jadi, film dengan topik semacam ini tidak baru. Alur bergerak maju dengan formula relatif sama dengan film sejenis.

Sekelompok orang bertahan hidup dan yang tak terhindarkan adalah satu per satu dari mereka menjadi korban. Atau, mengorbankan diri. Berkaca pada pengalaman, ada dua kemungkinan di akhir.

Biasanya, kalau tidak mati semua, ya tersisa satu-dua orang saja. Itu sebabnya, Underwater bukan cerita orisinil mengingat rumusnya seperti mengopi dan menempelkannya ke kisah lain agar tampak baru.

Plus Minusnya...

Poster film Underwater. (Foto: Dok. IMDb/ Chernin Entertainment)

Di luar plus minusnya, Underwater tetap keren. Setidaknya, ia meneror dengan memberi harapan. Bikin deg-degan dengan penceritaan yang tidak mencederai nalar. Underwater juga keren berkat kelihaian William mengatur tempo.

Terornya terus menanjak, sementara pilar drama dan penokohan dijaga sedemikian rupa sehingga penonton bersimpati pada setiap karakter Underwater.

Yang menarik, William mempersiapkan penonton sebelum musibah datang lewat kepingan berita yang berhamburan di menit awal. Perhatikan kata-kata yang jadi kunci kepala berita maupun penggalan laporan investigasi. Insyaallah mental Anda sedikit lebih siap untuk menapaki dasar laut.

 

 

Pemain: Kristen Stewart, Vincent Cassel, Jessica Henwick, John Gallagher Jr., T.J. Miller, Mamoudou Athie

Produser: Peter Chernin, Tonia Davis, Jenno Topping

Sutradara: William Eubank

Penulis: Brian Duffield, Adam Cozad

Produksi: 20th Century Fox. Chernin Entertainment

Durasi: 1 jam, 35 menit