UNESCO akan Masukan Venesia ke Dalam Situs Warisan Dunia yang Terancam Punah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) ancam akan memasukkan Venesia sebagai Situs Warisan Dunia yang terancam punah. Hal itu akan terjadi jika kota tersebut tidak melepas industri kapal pesiarnya.

Melansir dari Daily Sabah, Jumat, 25 Juni 2021, otoritas kebudayaan PBB mengancam akan memasukkan kota tersebut ke daftar merah pada pertengahan Juli 2021. UNESCO mengecam upaya Italia yang tidak bersemangat untuk menahan kerusakan yang disebabkan oleh kapal-kapal besar dan pariwisata massal.

Pemerintah di Roma menanggapinya dengan rasa kekhawatiran. Mereka akan bergerak cepat untuk memperbaiki situasi tersebut.

"Ini akan menjadi masalah yang sangat serius bagi negara kita," kata Menteri Kebudayaan Italia Dario Franceschini. "Waktu untuk ragu-ragu sudah berakhir."

Jika rencana tersebut terlaksana, maka reputasi kota Venesia akan hancur bagi turis. Pariwisata telah menjadi sumber pendapatan utama di Venesia sejak awal abad ke-18, ketika kunjungan turis ke tempat-tempat indah di kota muncul di sini.

Situs Warisan Dunia UNESCO

Anggota asosiasi pelayaran budaya mengambil bagian dalam acara Regatta Merah di Venesia, Italia, Minggu (20/6/2021). Red Regatta mengumpulkan lebih dari 50 perahu tradisional Venesia dengan 52 layar warna merah. (MARCO BERTORELLO/AFP)
Anggota asosiasi pelayaran budaya mengambil bagian dalam acara Regatta Merah di Venesia, Italia, Minggu (20/6/2021). Red Regatta mengumpulkan lebih dari 50 perahu tradisional Venesia dengan 52 layar warna merah. (MARCO BERTORELLO/AFP)

Venesia jadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dari mancanegara. Pada 1980-an, Karnaval Venesia dihidupkan kembali dan kota ini menyelenggarakan festival bergengsi, yaitu Biennale dan Festival Film Venesia.

Venesia dan lagunanya telah memiliki menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1987. Label ramah pariwisata itu yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan bagi ekonomi lokal.

Jika UNESCO serius dengan ancamannya, Italia akan diminta untuk menyusun rencana aksi baru. Italia harus menyerahkan laporan implementasi itu pada Februari 2022.

Protes Warga

Pramusaji mengobrol dengan turis yang duduk di teras kafe Piazza San Marco di Venesia pada 20 Mei 2021. Turis kembali berdatangan menikmati keindahan Venesia, yang sering dijuluki kota paling romantis di dunia, setelah Italia menghapus kewajiban karantina bagi pendatang. (Marco Bertorello/AFP)
Pramusaji mengobrol dengan turis yang duduk di teras kafe Piazza San Marco di Venesia pada 20 Mei 2021. Turis kembali berdatangan menikmati keindahan Venesia, yang sering dijuluki kota paling romantis di dunia, setelah Italia menghapus kewajiban karantina bagi pendatang. (Marco Bertorello/AFP)

Pada awal Juni 2021, setelah jeda 1,5 tahun selama pandemi, kapal pesiar raksasa pertama berlayar kembali dari Venesia. Warga kemudian menggelar protes yang menilai keberadaan kapal pesiar raksasa bisa merusak kondisi Venesia.

Sebelumnya, pemerintah Italia telah memutuskan untuk mengalihkan lalu lintas kapal pesiar itu dan kapal kargo yang berkapasitas 40 ribu ton dari Venesia. Hal itu untuk melindungi dan melestarikan warisan seni, budaya, dan lingkungan di kawasan bersejarah itu.

Lalu, bagaimana jika UNESCO benar-benar memasukkan Venesia yang disebut beberapa orang sebagai daftar hitam? "Itu akan menjadi tamparan bagi semua yang bertanggung jawab di sini," kata warga.

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel