Unggahan Soal Ade Armando, Dosen UGM Berencana Laporkan Sejumlah Akun ke Polisi

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Karna Wijaya menjadi viral di medìa sosial, karena dituding mengeluarkan ujaran kebencian kepada Ade Armando melalui akun pribadinya.

Menanggapi hal ini, Karna Wijaya berencana akan melaporkan sejumlah pihak yang dinilainya memicu terjadinya kegaduhan tersebut.

Karna Wijaya menyebut salah satu yang akan dilaporkannya ke polisi adalah pemilik akun sosial berinisial JS. Karna Wijaya menyebut telah mengidentifikasi sosok JS yang merupakan seorang ASN.

"Benar (akan melaporkan ke polisi). Tidak hanya JS tapi semua yang teridentifikasi di media sosial itu yang akunnya jelas. Kita masih belum bisa menyebut karena masih dalam proses pengumpulan bukti untuk menuntut mereka," kata Karna Wijaya, Senin (18/4).

Karna Wijaya membeberkan ada kurang lebih lima akun media sosial yang akan dilaporkannya ke polisi. Karna Wijaya menyebut dirinya merasa dirugikan dengan kegaduhan yang disebabkan sejumlah pemilik akun media sosial yang membagikan unggahannya tanpa seizin dirinya.

"Jadi dia me-repost atau nge-share tanpa seizin saya dengan maksud menimbulkan kebencian kolektif terhadap saya. Saya tidak pernah posting ke mana-mana, enggak tahu apa maksud sebetulnya mereka," ucap Karna Wijaya.

"Mereka sebenarnya bisa mengajukan keberatan atas unggahan atau tayangan itu ke Facebook. Bukan malah nge-share dalam rangka mencari dukungan komunitas untuk memusuhi saya. Saya juga enggak tahu siapa itu JS. Orang di luar (pertemanan) Facebook saya," imbuh Karna Wijaya.

Karna Wijaya juga menduga ada beberapa unggahannya di media sosial yang diedit orang lain sehingga menimbulkan kebencian kepada dirinya. Kebencian ini kemudian dilontarkan melalui media sosial.

"Itu (yang mengedit unggahan saya) juga akan kita tuntut kalau terindentifikasi dengan jelas ya oknumnya. Biasa mereka ada yang menggunakan akun bodong, akun kloning. Kita harus cek dulu, ini kemudian siber tim kami sedang mengumpulkan itu satu per satu," tutur Karna Wijaya.

Karna Wijaya telah membentuk tim kuasa hukum untuk melaporkan akun-akun tersebut. Meski demikian Karna Wijaya belum tahu kapan akan melaporkan akun-akun itu ke polisi.

"Apakah nanti ditindaklanjuti atau enggak kita enggak tahu. Yang penting kita sudah membuat laporan. Ada semacam shock terapi kepada mereka karena semau-maunya. Setidaknya kalau mereka tidak senang bisa baik-baik ya," tegas Karna Wijaya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel