Ungkap Kasus Perkosaan Mahasiswi Bandung, Polisi Periksa CCTV Hotel

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik gabungan dari Polres Jakarta Utara dibantu Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus perampokan dan perkosaan terhadap mahasiswi Bandung, Jabar berinisial FRS (22) yang terjadi pada Kamis (13/6/2013) lalu di Hotel Harris lantai 18 kamar 1807, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan saat ini penyidik tengah mempelajari rekaman CCTV yang ada di hotel tersebut.

"CCTV di hotel tersebut masih dianalisa. Di CCTV itu terlihat korban dan pelaku saat masuk kamar terlihat akrab. Padahal korban mengaku belum lama kenal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (17/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Kemudian Rikwanto juga menuturkan anggota juga telah melakukan olah TKP di hotel tersebut, beberapa saat setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya Jumat (14/6/2013) pagi ke Polsek Kelapa Gading.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi kelahiran Bandung, Jabar berinisial FRS (22) menjadi korban perampokan dan perkosaan oleh pria tidak dikenal, Kamis (13/6/2013) di Hotel Harris lantai 18 kamar 1807, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan korban dari kejadian tersebut ada dua korban yakni FRS dan AG.

"Jadi pada Kamis (13/6/2013) pukul 14.00 wib, korban FRS berkenalan dengan seorang pria . FRS mengaku sebelumnya telah dikenalkan dengan dengan pria tersebut oleh temannya bernama Gina," ucap Rikwanto, Jumat (14/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Dan saat itu, FRS bertemu dengan pelaku untuk transaksi diamond (berlian). Lalu keduanya naik ke lantai 18 Hotel Harris yang sebelumnya sudah dipesan oleh pelaku atas nama Rosa Kharisma yang merupakan KTP orang lain.

Sesampai di kamar, korban mengaku ditodong pisau lalu di bawa ke tempat tidur kemudian di borgol dan diikat menggunakan tali plastik. Tak hanya itu, korban juga mengaku di ancam dengan pisau agar menyerahkan pin ATM BCA miliknya dan mengaku di perkosa.

Lalu sekitar pukul 20.30 wib, teman korban yakni AG datang ke kamar karena sebelumnya
pelaku memaksa korban untuk menghubungi AG.

"Korban AG masuk kamar, lalu diikat, harta bendanya dikuras dan kabur. Baru pada pagi harinya, Jumat (14/6/2013) pukul 07.00 WIB, keduanya bisa melepaskan ikatan borgol dan tali," tutur Rikwanto.

Usai itu, FRS langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Kelapa Gading. Sedangkan AG pergi meninggalkan hotel menuju Cipinang, Jaktim dengan alasan menemui kerabatnya.

Atas perbuatan itu, FRS mengalami kerugian berupa satu buah jam tangan merk guest, tiga buah HP senilai Rp 25 juta, berlian senilai Rp 150 juta, dan uang USD senilai Rp 7 juta.

Sementara AG mengalami kerugian berupa uang tunai yang belum diketahui jumlahnya. Dan sampai saat ini, keberadaan AG belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.