Ungkap Potensi Bisnis Energi Terbarukan, Menteri ESDM: Ada Insentifnya

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, ada banyak sumber energ terbarukan yang dimiliki Indonesia yang sangat potensial untuk berinvestasi. Sumber-sumber ini harus bisa dimanfaatkan swasta, karena Pemerintah siapkan insentif pengembangannya.

Arifin mengungkapkan deretan sumber energi terbarukan itu diantaranya arus laut dengan potensi 18 ribu megawatt, panas bumi 24 ribu megawatt, bioenergi 32 ribu megawatt, angin 60 ribu megawatt, air 75 ribu megawatt dan matahari di atas 200 ribu megawatt.

"Jadi sangat besar. Jadi kalau kita bicara 100 tahun lagi kalau ini bisa di utilisasi ini bisa kita andalkan karena ini enggak habis. Tentu ini teknologi akan terus berkembang sehingga pemanfaatan sumber energi ini akan kompetitif," kata dia secara virtual, Senin, 8 Maret 2021.

Baca juga: Jokowi Tugasi BPPT Bikin Industri di Indonesia Terapkan Teknologi

Pemerintah ditegaskannya, akan sangat mendukung industri yang bisa memanfaatkan energi ini. Terutama dengan menggalakan research and development (RnD) untuk pengembangannya.

"Ini memang harus ada dukungan khusus agar teknologi-teknologi yang memang diciptakan di inovasi putra bangsa bisa dimanfaatkan. Sebagaimana negara lain juga soal RnD ini dukungannya penuh, kita perlu memperkuat dukungan ini ke depan," paparnya.

Di negara-negara maju yang telah berhasil mengembangkan energi baru dan terbarukan, bahkan dikatakannya telah menerapkan pajak dan insentif untuk mendorong penggunaan model energi tersebut. Selain itu, juga ada yang berupa denda.

"Itu malah mereka menerapkan pajak dan insentif. Jadi kalau industri yang menghasilkan emisi gas rumah kaca tinggi itu didenda. Tapi rasanya kita belum bisa masuk sampai situ lah, tapi apabila mereka menggunakan energi bersih juga diberi insentif," tuturnya.

Meski mengaku belum bisa menerapkan denda untuk mendorong penggunaan energi bersih. Arfin mengaku pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk mendorong industri menggunakan berbagai energi baru dan terbarukan itu.

"Ini sedang kita kaji bagaimana industri itu kalau mereka gunakan energi bersih diberi insentif khusus. Supaya nanti kita ke depan bisa menghasilkan produk industri yang didukung energi bersih. Ini tentu ke depan kerenanya jadi green product harus kita antisipasi," tegas dia.

Penggunaan energi baru dan terbarukan memang dipastikannya tidak lagi bisa dihindari. Sebab, negara-negara maju telah menyatakan komitmen bersama dalam kesepakatan Paris untuk terus menekan temperatur iklim global yang disebabkan emisi gas rumah kaca.

"Kita di 2030 harus bisa menurunkan kurang lebih 834 juta ton CO2 dan sektor energi itu sektor ESDM yang diharapkan menurunkan emisi 314 juta ton CO2 atau kalau kita nanti dapat support internasional kita bisa mencapai 400 juta ton," ucap Arifin.