Ungkapan Eben Burgerkill Sebelum Manggung Terakhir: Ingin Tur Lagi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Aries Tanto atau yang karib disapa Eben, gitaris band metal Burgerkill diduga terkena serangan jantung saat tengah manggung off air di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/8/2021). Sekitar pukul 15.00 WIB, Eben yang tampil bersama bandnya baru membawakan satu buah lagu, dari dua lagu yang direncanakan.

Dalam keadaan tak sadarkan diri, Eben pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bungsu. Namun nyawanya tak tertolong. Siapa sangka bahwa itu merupakan aksi panggung Eben Burgerkill terakhir.

Menurut kerabat, Addy, Eben tak punya riwayat penyakit serius. Diduga Eben kelelahan karena baru saja tampil di pentas konser ulang tahun grup musik Godbless, Selasa (31/8/2021) kemarin.

"Jam 3 sore di Spasial, lagi ada proses syuting bareng Burgerkill, vokalis DeadSquad, dan Aji dari Down for Life. Nah di situ ketika syuting berlangsung, ada break istirahat kemudian beliau pingsan," kata Addy, ditemui di rumah duka di kawasan Gumuruh.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Bikin Konser

Gitaris band Burgerkill mengembuskan napas terakhir di tengah syuting musik. (Instagram @ebenbkhc)
Gitaris band Burgerkill mengembuskan napas terakhir di tengah syuting musik. (Instagram @ebenbkhc)

Istri Eben, Anggi mengatakan, pagi hari sebelum berangkat dari rumah, sang suami pamit seperti biasa berangkat kerja. Keduanya masih sempat berbincang.

"Mimpi dia semua bisa normal lagi, tur kembali dengan Burgerkill. Sudah banyak rencana, tadi pagi masih ngomong mau bikin konser. Sudah ada beberapa penawaran yang dibahas dan diobrolkan dengan teman-teman," kata Anggi.

Malang Melintang

Band Metal asal Bandung, Burgerkill saat tampil dalam festival metal
Band Metal asal Bandung, Burgerkill saat tampil dalam festival metal

Eben meninggal dunia di usia 46 tahun. Anak pertama dari dua bersaudara itu merupakan satu-satunya pendiri band Burgerkill yang masih bertahan. Bersama band ini sejak 1995, Eben telah malang melintang mencicipi berbagai macam panggung.

Mulai dari Soundwave hingga Wacken Open Air. Dari Big Day Out di Australia ke Bloodstock Festival, dan sederet panggung lainnya.

Hebatnya, Eben bersama Burgerkill berhasil mendapatkan apresiasi sebagai Metal As F*ck dari majalah metal Hammer asal Inggris.

Musikus Berpengaruh

Di dalam negeri, panggung musik sudah hampir seluruhnya dijajal oleh Burgerkill. Mulai dari Java Rockin' land, Sonic Far, Hammersonic hingga ke penjuru Kalimantan di Kukar Rockin' Fest.

Kiprah Eben Burgerkill di industri musik metal Indonesia juga bukan catatan biasa. Namanya sudah malang melintang dan dianggap sebagai musikus berpengaruh khususnya musik metal Bandung.

Panutan

Menurut Anggi, sang suami di balik panggung adalah panutan bagi keluarga. Sikap tanggung jawab selalu dikedepankan meski seorang rockstar.

Tak dia pungkiri, Eben merupakan pemimpi yang tidak kenal lelah dalam mewujudkan cita-citanya. Masih banyak mimpi dan rencana Eben, baik itu bersama bandnya atau individu yang ingin digapai.

"Luar biasa, dia bapak yang sangat bertanggung jawab, pekerja keras, ngotot, pemimpi, dan enggak pernah berhenti selama saya mendampingi. Masih banyak sekali mimpi dia dan rencananya, terutama untuk Burgerkill apalagi saat ini kondisi sedang berjuang lagi," kata Anggi.

Ajari Sopan Santun

Selama mendampingi Eben, Anggi juga menceritakan banyak pesan baik yang disampaikan pada keluarganya, terutama anak-anaknya. Ayah tiga anak ini selalu mengedepankan sopan santun kepada semua orang.

"Satu hal yang aku enggak lupa, pesan dia kemarin. Apapun itu, Tuhan pasti punya rencana baik. Dua hari yang lalu dia bilang begitu ke saya," ungkap Anggi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel