Uni Eropa Akui Sanksi untuk Rusia Tak Mempan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejak Rusia menginvasi Ukraina, sejumlah negara Barat menjatuhkan sanksi berat untuk Moskow. Namun kini dinilai sanksi-sanksi tersebut tak mempan, sementara perang di Ukraina telah memasuki bulan kedua.

Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki menyesalkan fakta bahwa Rusia berhasil mengatasi sanksi Barat.

"Sejauh ini, kita lihat Rusia, sayangnya, bisa melalui sanksi dengan baik," ujarnya kepada wartawan pada Rabu, dikutip dari Russia Today, Kamis (28/4).

Morawiecki menambahkan, untuk "mengoreksi" situasi, Warsawa akan mempertimbangkan sanksi baru.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengumumkan Uni Eropa sedang mempersiapkan sanksi baru untuk Moskow.

"Paket sanksi keenam akan datang pada saatnya. Kami sedang mempersiapkannya secara intensif," jelas von der Leyen.

"Kami berupaya keras tidak hanya untuk menyingkirkan batu bara, seperti yang pernah kita lakukan, tapi juga kami membahas topik soal minyak," lanjutnya.

Rusia adalah salah satu negara eksportir minya dan batu bara terbesar dunia. Ekspor Rusia sebagian besar ke China, Inggris, Belanda, Belarusia, dan Jerman.

Moskow juga membenarkan kegagalan rencana negara-negara Barat untuk menekan Rusia secara ekonomi.

"Langkah demi langkah, menggunakan berbagai macam dalih, kadang-kadang juga tanpa dalih apapun, mereka menjatuhkan pembatasan baru," kata Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Rabu.

Putin mengatakan Moskow berhasil mengatasi dan melawan sanski tersebut, dan tidak hancur karenanya.

Rusia, lanjut Putin, menanggapi sanksi dengan membuka lebar-lebar kesempatan wirausaha, kerjasama yang mengedepankan kejujuran, saling menghormati, dan perlindungan terhadap pengusaha dan investor.

Putin juga menginstruksikan jajarannya melanjutkan kebijakan untuk mengatasi krisis dan memperkuat kontrol, serta memastikan operasional dan pasar domestik berjalan mulus. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel