Uni Eropa jajaki kerja sama bisnis di Kaltim

·Bacaan 2 menit

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia melakukan pertemuan dengan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor bersama pihak terkait untuk penjajakan kerja sama bisnis di daerah yang ditunjuk sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) baru tersebut.

"Peluang investasi terbuka lebar bagi Uni Eropa, karena di Kaltim ada sejumlah proyek yang dapat didanai oleh investor asing, di antaranya investor dari Uni Eropa," ujar Gubernur Kaltim Isran Noor saat menyambut Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket Samarinda, Selasa.

Sejumlah proyek yang dapat didanai investor asing antara lain proyek yang sedang berjalan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kabupaten Kutai Timur.

Kemudian proyek pengembangan ekonomi di Kawasan Industri Kariangau Balikpapan, pengelolaan sampah di Balikpapan, kemudian proyek Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU).

"Di Kaltim juga memiliki berbagai kelebihan seperti pertambangan dan penggalian, migas, industri pengolahan, konstruksi, pertanian dalam arti luas, termasuk di Kabupaten PPU yang akan menjadi IKN baru," ucap Isran.

Ia berharap dari pertemuan tersebut akan dapat mendorong investor Eropa yang berinvestasi pada beberapa proyek di Kaltim, sehingga ia pun mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim mempersiapkan segala sesuatu yang bisa dikerjasamakan dengan investor Eropa.

Isran juga berkeinginan memperluas peluang ekspor ke Eropa karena berbagai produk dari Kaltim memiliki perlu untuk ke pasar global, sehingga ia berharap para pelaku usaha dapat membuka wawasan dalam meningkatkan potensi ekspor tersebut.

Sementara Vincent Piket mengatakan, kunjungan pihaknya ke Kaltim untuk meningkatkan pemahaman terhadap perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang sedang dirundingkan, termasuk membahas peluang investasi maupun perdagangan.

Menurutnya, Provinsi Kaltim memiliki peluang menarik investor asing lebih besar, karena Pemerintah Indonesia berencana memindahkan IKN baru ke daerah ini, termasuk sumber daya alam yang besar di Kaltim juga berpeluang menarik investasi.

"Uni Eropa mendukung upaya Pemprov Kaltim meningkatkan perdagangan dan investasi, karena saat ini investasi asing ke Kaltim relatif kecil, sehingga CEPA UE-Indonesia membantu meningkatkan hingga kontribusi penciptaan lapangan kerja," ujar Vincent.

Baca juga: Pemerintah harapkan IEU-CEPA dongkrak investasi Uni Eropa di Indonesia
Baca juga: Dubes EU: IEU-CEPA buka peluang lapangan kerja Indonesia-Uni Eropa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel