Uni Eropa Merasa Prihatin Soal Urusan HAM di Turki

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Brussel - Dua pejabat tinggi Uni Eropa, Selasa (6/4) menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang kondisi hak asasi manusia di Turki dalam pertemuan pertama mereka dalam setahun dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Supremasi hukum dan penghormatan terhadap hak-hak mendasar itu merupakan nilai-nilai utama Uni Eropa dan kami menyatakan kepada Presiden Erdogan tentang keprihatinan kami yang mendalam terkait perkembangan terbaru di Turki," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel setelah hampir tiga jam berbicara dengan Erdogan di Ankara.

Pembicaraan itu terjadi setelah penarikan Erdogan dari Konvensi Istanbul, yang memerangi kekerasan terhadap perempuan dan upaya. Turki menutup partai utama pro-Kurdi.

"Masalah HAM tidak dapat dinegosiasikan dan memiliki prioritas mutlak ... kami sangat tegas menentang itu," kata ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan menyebut perihal itu sebagai elemen "penting" untuk hubungan Turki-Uni Eropa yang lebih baik.

"Saya sangat khawatir dengan fakta bahwa Turki menarik diri dari Konvensi Istanbul. Ini terkait perlindungan perempuan dan anak-anak dari kekerasan. Ini jelas merupakan sinyal yang salah sekarang," tambahnya.

Minta Turki Patuhi Aturan Internasional

Ursula von der Leyen, wanita pertama yang terpilih sebagai presiden Komisi Eropa (AFP/Frederick Florin)
Ursula von der Leyen, wanita pertama yang terpilih sebagai presiden Komisi Eropa (AFP/Frederick Florin)

Ursula von der Leyen juga menyampaikan keinginannya agar Turki menghormati aturan internasional.

"Turki harus menghormati aturan dan standar HAM internasional, yang merupakan komitmen negara itu sendiri sebagai anggota pendiri Dewan Eropa," ujar von der Leyen.

Presiden Turki tidak segera mengeluarkan pernyataan setelah pertemuan tersebut.

Simak video pilihan di bawah ini: