Uni Eropa: Tak Ada Kebutuhan Mendesak untuk Pemberian Booster COVID-19

Liputan6.com, Brussel - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengeluarkan laporan yang mengatakan, berdasarkan bukti yang diperoleh saat ini tidak ada kebutuhan mendesak untuk suntikan penguat (booster) vaksin COVID-19.

Pihaknya menyebut, kesehatan masyarakat harus tetap berfokus pada upaya vaksinasi dosis awal bagi warga yang memenuhi syarat di negara-negara Eropa, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Sabttu (4/9/2021).

Laporan itu menambahkan dosis tambahan harus dipertimbangkan untuk individu yang memiliki gangguan dalam sistem kekebalan, yang tidak merespon secara memadai terhadap suntikan awal atau dosis vaksin mereka.

Namun, laporan itu menyatakan bukti terbaru yang tersedia terkait efektivitas "dunia nyata" dan durasi perlindungan oleh semua vaksin virus corona yang diizinkan untuk digunakan di Uni Eropa menunjukkan bahwa vaksin tersebut sangat melindungi terhadap potensi rawat inap terkait COVID-19, penyakit yang parah, dan kematian.

Dampak Pemberian Booster

Seorang perawat menyiapkan dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit Santa Maria di Lisbon, Portugal (27/12/2020). Peluncuran vaksin dilakukan ketika kasus strain baru COVID-19 yang lebih menular dikonfirmasi di beberapa negara Eropa serta Kanada dan Jepang. (Xinhua/Pedro Fiuza)
Seorang perawat menyiapkan dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit Santa Maria di Lisbon, Portugal (27/12/2020). Peluncuran vaksin dilakukan ketika kasus strain baru COVID-19 yang lebih menular dikonfirmasi di beberapa negara Eropa serta Kanada dan Jepang. (Xinhua/Pedro Fiuza)

Laporan tersebut juga mencatat negara-negara Eropa harus mempertimbangkan bagaimana dampak pemberian booster terhadap ketersediaan vaksin bagi negara-negara di luar Uni Eropa.

Pasalnya, mereka masih terus berjuang untuk memperoleh dan memberikan dosis awal yang cukup untuk penduduk mereka masing-masing.

Prancis pada Rabu (1/9) menjadi negara Uni Eropa pertama yang mulai memberikan suntikan booster kepada warga berusia di atas 65 tahun, dan kepada mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar agar terlindung dari varian delta virus corona.

Otoritas kesehatan Spanyol sedang mempertimbangkan tindakan serupa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel