Uni Eropa Tegaskan Vaksin COVID-19 Bakal Tersedia di Semua Negara

Zulfikar Husein

VIVA – Uni Eropa menegaskan bahwa vaksin jenis apa pun yang ampuh terhadap virus Corona harus tersedia secara adil untuk semua negara. Pernyataan tersebut disampaikan setelah perusahaan farmasi asal Prancis, Sanofi mengatakan memprioritaskan pengiriman vaksin ke Amerika Serikat, jika sudah ditemukan.

"Vaksin terhadap COVID-19 harus menjadi barang publik global dan aksesnya harus adil dan universal," kata juru bicara Komisi Eropa, Stefan de Keersmaecker, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis 15 Mei 2020.

Sebelumnya, CEO Sanofi, Paul Hudson, membuat pernyataan yang menimbulkan kemarahan Pemerintah Prancis. Ia mengatakan bahwa pasien COVID-19 di AS akan mendapatkan akses pertama vaksin COVID-19 karena pemerintahan Presiden Donald Trump telah membantu mendanai penelitian.

Baca Juga: Pasien COVID-19 yang Pulih Wajib Menari 2 Kali Sehari

Sontak, kebijakan ini memunculkan reaksi kemarahan dari Pemerintah Prancis. Sejumlah menteri di dalam pemerintahan Presiden Emmanuel Macron mengecam langkah Sanofi  kepada AS sebagai tindakan yang tidak dapat dipahami.

Sementara itu, Uni Eropa telah menyelenggarakan upaya penggalangan dana secara global pada bulan ini untuk penelitian vaksin. Dari penggalangan dana itu, Uni Eropa berhasil mendapatkan uang sekitar 8 miliar dolar AS (Rp119 triliun), tapi Washington dengan tegas menolak ikut ambil bagian dalam program tersebut.

"Bagi kami dalam satu kata, sangat penting bahwa virus ini adalah virus global. Jadi, kami mengerjakannya secara global," ujar de Keersmaecker.