Uni Eropa Temukan Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah Langka

Daurina Lestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Regulator obat Eropa menemukan bahwa vaksin COVID-19 buatan Oxford, AstraZeneca, dapat menyebabkan pembekuan darah langka. Karena itu Otoritas Inggris merekomendasikan orang di bawah 30 tahun harus menggunakan vaksin alternatif.

European Medicines Agency (EMA) mengatakan pada Rabu 7 April 2021 bahwa ada hubungan antara suntikan vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah langkah. Otoritas itu merekomendasi pembekuan darah yang tidak biasa dengan jumlah trombosit darah yang rendah, didaftarkan sebagai efek samping dari vaksin .

Meski begitu, lembaga itu menyatakan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya, dan COVID-19 yang adalah "penyakit yang sangat serius", seperti dilansir dari CNN.

Regulator Inggris mengambil pendekatan yang lebih hati-hati, dengan mengatakan orang dewasa yang sehat di bawah 30 tahun harus ditawari vaksin lain. Para pejabat menggambarkan langkah itu sebagai "koreksi jalur" yang tidak akan menggagalkan program percepatan vaksin negara itu.

Pejabat EMA mengatakan mereka meneliti hasil analisis 18 kematian dari 62 kasus kematian karena pembekuan darah di sinus yang mengalirkan darah dari otak, dan 24 kasus pembekuan darah di perut. Kasus-kasus tersebut dilaporkan dalam database keamanan UE dari negara-negara Eropa, termasuk Inggris, di mana total sekitar 25 juta orang telah menerima vaksin AstraZeneca.

"Pertama-tama, saya ingin memulai dengan menyatakan bahwa komite keamanan kami (Komite Pengkajian Farmakovigilans dan Risiko atau PRAC) telah mengonfirmasi bahwa manfaat vaksin AstraZeneca dalam mencegah COVID-19 secara keseluruhan lebih besar daripada risiko efek samping, kata Direktur Eksekutif EMA, Emer Cooke, seperti dilansir CNN, Kamis 8 April 2021.

EMA meminta petugas kesehatan dan orang-orang yang menerima vaksin untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kasus pembekuan darah yang sangat langka, dikombinasikan dengan tingkat rendah trombosit darah, yang terjadi dalam 2 minggu setelah vaksinasi.

Sementara itu, panel penasihat keamanan vaksin Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa hubungan sebab-akibat antara vaksin AstraZeneca COVID-19, dan kasus pembekuan darah yang jarang terjadi dengan trombosit rendah "dianggap masuk akal tetapi tidak dikonfirmasi".

Para ahli independen, dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah meninjau data global terbaru, mengatakan bahwa kajian khusus diperlukan untuk memahami sepenuhnya hubungan potensial antara vaksinasi dan kemungkinan faktor risiko.

"Penting untuk dicatat bahwa meskipun mengkhawatirkan, peristiwa yang sedang dikaji sangat jarang, dengan jumlah yang rendah dilaporkan di antara hampir 200 juta orang yang telah menerima vaksin AstraZeneca COVID-19 di seluruh dunia," kata panel itu.

Ia menambahkan bahwa panel itu akan bertemu minggu depan untuk meninjau data tambahan.