UNICEF dan Dinkes Sulsel gandeng mubaligh sukseskan BIAN

·Bacaan 2 menit

UNICEF bekerjasama Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menggandeng para mubaligh atau da'i guna menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bachtiar Baso mengemukakan bahwa pelibatan para da'i melalui ceramah agama sangat dibutuhkan untuk menggaet minat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan hak anak melalui imunisasi.

"Imunisasi ini sangat penting, karena dengan imunisasi kita bisa meningkatkan kekebalan tubuh dalam mencegah dan mengurangi infeksi suatu penyakit," ujarnya pada pelatihan da'i yang dilaksanakan atas kerjasama DPP Ikatan Masjid Mubaligh Indonesia Muttahidah (IMMIM) di Makassar, Sabtu.

Bachtiar mengemukakan bahwa tujuan BIAN untuk mencapai dan mempertahankan populasi yang tinggi guna menghentikan transmisi virus campak dan rubella di semua kabupaten.

Baca juga: Orang tua diminta kejar imunisasi anak yang tertinggal

Baca juga: Tak hanya anak, orang dewasa juga perlu imunisasi

Selain itu, mempertahankan Indonesia bebas polio dan mewujudkan eradikasi polio global pada tahun 2026, serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis.

"Difteri ditemukan di Kabupaten Bulukumba dan tengah kita telusuri (tracing)," ungkap Bachtiar.

Pada kesempatan tersebut, sekitar 40 orang peserta menghadiri pelatihan yang digelar secara hibrida (daring dan luring). Diskusi terkait imunisasi juga berlangsung aktif, tidak sedikit dari peserta yang menanyakan soal halal dan haram sebuah vaksin, khususnya vaksin COVID-19.

Diskusi ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku Henky Widjaja PhD. Ia menyebut bahwa menjadi lumrah ketika para mubaligh ingin mengetahui asal atau komponen pembuatan vaksin.

"Kami sangat mengapresiasi bahwa kewajiban ulama untuk memastikan apa yang diimbaukan ke masyarakat bisa dipertanggungjawabkan, memberikan pencerahan dan kejelasan bagi umat," ujarnya.

Maka dalam menanggapi hal-hal yang belum dipahami para peserta terkait vaksin imunisasi,
UNICEF membuka ruang bagi yang ingin berdiskusi lebih lanjut.

"Diskusi vaksinasi tetap berlanjut dan UNICEF bisa dihubungi untuk program vaksinasi, yang tentunya kita semua hadir guna menjamin kesehatan anak-anak untuk regenerasi ke depan," ujarnya.

Pertemuan ini sekaligus menghasilkan sejumlah komitmen dari para mubaligh di antaranya mendukung pelaksanaan imunisasi anak sebagai salah satu ikhtiar dalam memenuhi hak anak.

Terlibat dalam memberikan ceramah tentang pentingnya imunisasi anak mencegah penyakit, menyampaikan informasi yang tepat terkait imunisasi dan mengajak orangtua untuk datang membawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan mendapatkan imunisasi.*

Baca juga: Ahli sebut pemberian imunisasi ganda tidak berbahaya

Baca juga: Ahli: Imunisasi rubella rendah bisa naikkan risiko bayi lahir tuli

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel