Unik, Polisi dan TNI Arak Keranda Jenazah Kampanye Bahaya Corona

Hardani Triyoga, Satria Zulfikar (Mataram)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Berbagai upaya dilakukan agar masyarakat ingat menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya dilakukan dengan kampanye imbauan.

Bhabinkamtibmas, Babinsa, bidan desa hingga aparat Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Dompu, Nusa Tenggara Barat, menyadari masyarakat bahaya COVID-19 dengan mengarak keranda jenazah pada Jumat, 12 Februari 2021.

Keranda kosong tersebut diarak dari Dusun Mpuri mengelilingi desa. Keranda tersebut mengingatkan warga agar jangan menyepelekan COVID-19 jika tidak ingin meninggal dunia.

Bhabinkamtibmas Desa Baka Jaya, Brigadir Agus Salim, mengatakan kampanye tersebut bukan untuk menakuti warga. Namun, agar warga sadar dampak bahaya COVID-19.

"Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan lebih pada bentuk kewaspadaan kita, bahwa COVID-19 ini memang berdampak pada kematian," katanya dikutip pada Sabtu, 13 Februari 2021.

Dia mengatakan, akibat pandemi yang cukup panjang, masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan angka kasus COVID-19 di NTB terus meningkat. "Ini bagian dari langkah penting memutus mata rantai penularan COVID-19," ujarnya.

Sejak diumumkan peningkatan pasien positif COVID-19 bulan lalu, Kabupaten Dompu ditetapkan sebagai zona merah bersama Kabupaten Bima dan Sumbawa. Ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, terutama Satgas sebagai barisan terdepan guna mengatasi pandemi mematikan ini.

Imbauan kepada warga akan terus dilakukan. Menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak mesti dilakukan di tengah pandemi yang belum berakhir ini.

Baca Juga: Buat Zona Hijau Corona, Irjen Fadil: Bhabinkamtibmas Pindah ke Reserse