Unik, Tips Kelola Gaji Karyawan di Masa Pandemi

·Bacaan 2 menit

VIVAPandemi COVID-19 yang masih terjadi di Indoensia buat situasi tidak menentu, termsuk dalam hal ekonomi dan finansial bagi pekerja. Menurut riset GajiGesa mengungkapkan, 60% karyawan dalam sepuluh tahun terakhir di Indonesia lebih memilih untuk mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan informil atau yang lebih dikenal sebagai rentenir.

Hal tersebut banyak dilakukan pegawai yang memiliki pendapatan dibawah Rp10 juta. Mereka lebih rentan untuk mengajukan pinjaman kepada rentenir.

"Bunga pinjaman di sektor informal di Indonesia sangat tinggi dan dapat mencapai hingga 28% perbulan dan lebih dari 300% pertahunnya, dan dapat mencapai lebih di beberapa daerah di Indonesia," kata Martyna Malinowska, Co-Founder GajiGesa dalam keterangan tertulisnya.

Padahal selama pandemi COVID-19 kebutuhan sehari-hari yang meningkat dan adanya pengeluaran yang tidak terduga. Hal ini meningkatkan beban stress finansial bagi karyawan sehingga mengurangi produktifitas mereka.

"Riset dan wawancara kami di berbagai daerah di Indonesia menungkapkan 80%-90% pegawai menungkapan bahwa salah alasan mereka tidak bahagia di tempat kerjanya adalah stress finansial yang menyebabkan mereka tidak nyaman bekerja dan bahkan menurunkan produktifitas mereka,” ujarnya.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan oleh pekerja adalah platform GajiGesa, startup fintech yang didirikan pada tahun 2020 oleh Vidit Agrawal dan Martyna Malinowska. Mereka menyediakan akses ke Earned Wages (EWA) dimana pekerja dapat menerima pembayaran pro-rata lebih awal dari perusahaan.

Perlu diketahui bahwa EWA bukan merupakan dana talangan oleh perusahaan, namun merupakan merupakan pembayaran kepada karyawan berdasarkan hasil jam kerja dan merupakan hak karyawan atas kerja kerasnya. Kelebihan utama bagi karyawan adalah fleksibilitas yang ditawarkan dan dapat diakses kapan saja di mana saja dan secara real-time.

“Prinsip utama kami adalah menciptakan nilai tambah yang kongkrit di lapangan, kami ingin menciptakan dampak positif bagi pekerja terutamanya para karyawan yang bekerja secara gigih namun tidak pernah mendapatkan credit scores oleh lembaga finansial atas usaha dan waktu yang mereka luangkan” Kata Vidit Agrawal, Co-Founder GajiGesa.

Vidit menambahkan, misi utama dari GajiGesa adalah menciptakan ekosistem yang menguntungkan perusahaan dan karyawan. Bagi perusahaan tujuan utamanya adalah mendapatkan kas yang sehat dan menjaga kestabilan perusahaan dan bagi karyawan dapat mendapatkan gaji lebih awal hingga dapat mengurangi ketergantungan karyawan untuk pinjaman tenor pendek ataupun rentenir untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya sehingga mengurangi stres finansial yang mereka hadapi.

Dia menambahkan, saat ini di Indonesia masih banyak perusahaan yang belum mengunakan teknologi untuk pengelolaan payroll, sehingga banyak pekerjaan administrasi terkait pembayaraan gaji masih di lakukan secara manual.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel