Unik, Trik Pemprov DKI Jakarta Berdayakan Potensi Ekonomi Kreatif

Donny Adhiyasa
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kekayaan intelektual yang biasa disebut dengan copyrights, mungkin bukanlah sesuatu yang umum terdengar di telinga orang banyak. Namun, berbagai produk kreatif berbasis kekayaan intelektual tentu seringkali kita nikmati.

Lihat saja jenama Si Juki, yang awalnya merupakan sebuah komik. Namun kini, telah diangkat menjadi film animasi yang tayang di layar lebar.

Begitu juga filosofi kopi yang berawal dari buku karya Dewi Lestari, kini telah menjadi Film Layar Lebar, Kedai Kopi, bahkan memiliki lini merchandise.

Besaran pasar industri lisensi di Asia Tenggara sendiri diperkirakan telah mencapai lebih dari US$10,4 miliar atau lebih dari Rp140 triliun.

Sebuah potensi ekonomi yang besar, terutama di masa pandemi dimana banyak orang tetap di rumah dan menikmati berbagai produk kreatif berbasis kekayaan intelektual seperti komik, film, buku dan lain sebagainya.

Besarnya potensi ekonomi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Katapel.ID menggelar Katapel Jakarta, sebuah program bimbingan teknis sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) dan komersialisasi produk kreatif berbasis kekayaan intelektual di The Ritz Carlton Jakarta Mega Kuningan pada 20-23 Desember 2020.

Plt Kepala dinas pariwisata dan ekonomi kreatif Pemprov DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya menjelaskan tentang program tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini digelar selain untuk mensosialisasikan penerapan CHSE bagi masyarakat industri kreatif juga bertujuan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, momen tersebut juga ditujukan guna menjawab tantangan persaingan usaha di dunia ‘new normal’ melalui nilai tambah yang diberikan melalui pengetahuan terhadap kekayaan intelektual.

“Bekerjasama dengan Asosiasi Intelektual Properti Indonesia kegiatan Katapel Jakarta hadir untuk memberikan dukungan langsung terhadap artis dan pelaku kreatif sekaligus memberikan dukungan terhadap sektor industri ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing industri kreatif,” ungkap Gumilar Ekalaya.

Diharapkan, kedepannya program ini juga bisa menjadi kesempatan bagi para peserta untuk kian mengetahui berbagai hal seputar komersialisasi kekayaan intelektual.

Agar manfaat dari kegiatan program ini bisa dinikmati lebih luas oleh para kreator IP dan pemilik brand lokal, maka diadakan juga secara daring melalui Zoom. Untuk mengikuti kegiatan ini calon peserta bisa mendaftar di bit.ly/daftarkjo2020, dengan kapasitas tempat terbatas.