Uniknya Kue Kicak, Takjil Khas Kampung Kauman Yogyakarta

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 1 menit

VIVA – Berbuka puasa terasa lebih nikmat jika ada menu yang dinanti. Di Yogyakarta, menu itu adalah hidangan takjil yang memang hanya ada di bulan Ramadhan, yakni kue kicak, takjil khas Kampung Kauman.

Hidangan ini jadi favorit karena rasanya yang manis dan gurih. Terbuat dari beras ketan, parutan kelapa dengan aroma pandan ditambah nangka, membuat kicak selalu nikmat.

Uniknya, hidangan ini hanya bisa ditemukan di gang kecil sepanjang 200 meter di tengah Kampung Kauman. Hidangan khas ini bercampur dengan puluhan stan menu takjil lainnya.

Soal harga, tidak perlu khawatir. Hidangan yang telah ada sejak puluhan tahun lalu ini dibanderol dengan harga murah meriah, yakni Rp2.500 per bungkus.

Wiwit, pedagang kue kicak mengatakan kue ini selalu laris manis menjelang waktu berbuka puasa. "Makanan yang paling laku, paling dicari. Habis nomor satu," kata dia.

Alkisah, kue kicak pertama kali diperkenalkan oleh seorang warga Kauman bernama Mbah Wono. Dia menjual kue beras ketan ini dalam bungkusan daun pisang.

Selain kue kicak, Kampung Kauman juga terkenal dengan beragam takjil tradisional seperti kolak, kipo, kue lumpur, talam, serta aneka minuman layaknya setup, blewah, dan cincau.

Laporan: Nuryanto/ Yogyakarta