Uniknya Monumen Tahu Goreng Setinggi 10 Meter di Festival Banjir Tahu Lumajang

Merdeka.com - Merdeka.com - Ribuan potong tahu goreng membentuk monumen tangan mengepal disajikan dalam Festival Banjir Tahu Lumajang. Tahu goreng setinggi 10 meter itu kemudian dibagikan kepada masyarakat secara gratis, lengkap dengan petis dan cabe.

Sejak pagi, tahu goreng disiapkan emak-emak warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, yang memang merupakan sentra produksi tahu di Kabupaten Lumajang. Mereka gotong-royong memasak dan menyiapkannya sama di lapangan desa.

"Festival Banjir Tahu ini ada kirab tumpeng tahu. Agendanya salah satunya makan tahu bersama-sama, gratis sepuasnya," kata Kepala Desa Kunir Kidul, Lumajang, Derajat Ali Fatoni, Minggu (13/11).

Tahu goreng itu kemudian disusun membentuk menjadi gunungan atau tumpeng dengan konsep monumen tangan mengepal. Arti dari monumen itu sendiri sebagai kebangkitan pascapandemi Covid-19. Tahu kemudian dimakan bersama para pengunjung yang datang.

Bangkitkan UMKM

Festival Banjir Tahu Desa Kunir Kidul digelar dua hari yakni 12-13 November 2022. Tahun ini merupakan tahun keempat yang sekaligus digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.

"Kita terus mengupayakan ada inovasi di setiap penyelenggaraan, ada evaluasi kita benahi, kita sempurnakan terus, tapi tumpeng tahu itu tetap menjadi ikon kita," jelas Ali Fatoni.

Serangkaian acara digelar dalam festival ini, seperti bersepeda bersama, bazar produk UMKM dan puncaknya ditutup dengan kirab tumpeng tahu.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan dan membangkitkan UMKM Desa Kunir Kidul pascapandemi Covid-19. Utamanya, untuk mempromosikan produk tahu warga setempat.

"Agar produksi tahu atau tempe kita dikenal seluruh masyarakat Lumajang. Meskipun produk turunan kita belum banyak, tapi untuk daerah lain yang ingin membuat produk olahan tahu, bisa ambil bahan bakunya dari tahu Kunir Kidul," pungkasnya.

[yan]