Uniknya Suvenir Berbahan Sampah Plastik untuk Delegasi KTT G20 di Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Delegasi KTT G20 yang akan mengunjungi Komunitas Partnership Kura-kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar Selatan, Bali akan ditawari suvenir unik. Cendera mata yang ditawarkan berbahan sampah plastik sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan.

Konsultan Lingkungan Kura-Kura Bali, I Wayan Patut mengatakan, dirinya telah menyiapkan cendera mata itu bersama 12 rekan-rekannya. Pengerjaannya dilakukan sejak Maret 2022.

"Baru sedikit yang selesai, karena kita mencari metode yang rapi dan berfungsi sehingga tidak merepotkan untuk dibawa," kata Patut saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (1/6).

"Kita, berusaha membuat suvenir atau cendera mata dan berharap tempat kita menjadi lokasi kunjungan, sehingga kita siapkan nanti para delegasi yang mau berkunjung ke aktivitas kita di sini. Kita berharap apa yang menjadi tujuan utama untuk menyelamatkan lingkungan bisa dilihat di sini," imbuhnya.

Siapkan 200 Sampel

Suvenir dari bahan sampah plastik yang disiapkan berupa 12 produk kerajinan. Cendera mata yang disiapkan di antaranya kursi duduk, gantung kunci, tempat sabun, dan pot bunga.

"Itu, 60 sampai 80 persen itu berbahan plastik. Kita nanti siapkan sampel sampelnya saja. Kalau ukuran yang kecil seperti gantungan kunci dan tempat sabun kita berikan gratis," imbuhnya.

Dari 12 produk kerajinan, ada 200 sampel yang akan ditunjukkan kepada delegasi KTT G20. Pihaknya berusaha menyelesaikan semuanya sebelum KTT G20 digelar di Bali.

"Kalau kita maksimalkan, bisa selesai, karena waktunya cukup panjang. Kurang lebih 200 sampel dari 12 item," ungkapnya.

Bahan Baku dari Warga Sekitar

Sementara, bahan baku pembuatan kerajinan diperoleh dari masyarakat sekitar. Sampah-sampah plastik itu diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai seni dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pihaknya berharap, dengan kerajinan yang dibuat para delegasi dapat melihat inisiatif dalam membebaskan lingkungan dari sampah plastik dan ikut serta dalam menjaga alam.

"Dan juga bisa membuka peluang pasar yang akan membuat proses pengelolaan sampah berkelanjutan, sehingga ekonomi bisa berjalan," ujarnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel