Unilever Indonesia Tebar Dividen Interim Rp 66 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 66 per saham.Dengan demikian, total dividen interim tahun buku 2021 yang akan dibagikan Rp 2,51 triliun.

Keputusan pembagian dividen interim itu berdasarkan keputusan direksi pada 19 November 2021. Pembagian dividen interim Unilever Indonesia berasal dari laba bersih Unilever Indonesia yang berakhir pada 30 Juni 2021 kepada pemegang atau pemilik 38.150.000.000 saham perseroan yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 1 Desember 2021.

Jadwal pelaksanaan dividen interim antara lain:

-Cum dividen untuk perdagangan di pasar regular dan pasar negosiasi pada 29 November 2021

-Ex dividen untuk perdagangan di pasar regular dan negosiasi pada 30 November 2021

-Cum dividen untuk perdagangan pasar tunai pada 1 Desember 2021

-Ex dividen untuk perdagangan di pasar tunai pada 2 Desember 2021

-Batas akhir tanggal pencantuman dalam daftar pemegang saham pada 1 Desember 2021

-Pelaksanaan pembayaran dividen interim pada 16 Desember 2021

Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 November 2021, saham UNVR naik 4,02 persen ke posisi Rp 4.660 per saham.

Saham UNVR berada di level tertinggi Rp 4.670 dan terendah Rp 4.500 per saham. Total volume perdagangan 46.250.840. Nilai transaksi Rp 213,3 miliar. Total frekuensi perdaganagn 13.792 kali.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja Semester I 2021

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mampu membukukan penjualan bersih sebesar Rp 20,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3 triliun pada kuartal II-2021.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti mengatakan, pencapaian kinerja penjualan itu ditopang dengan kontribusi positif dari kategori produk makanan.

Merujuk laporan keuangan, pendapatan Unilever Indonesia pada kuartal II-2021 terdiri dari kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh sebesar Rp 13,5 triliun, turun dibandingkan peendapatan pada periode yang sama di 2020 sebesar Rp 15,1 triliun. Namun, untuk segmen makanan dan minuman naik tipis dari Rp 6,67 di kuartal II-2020, menjadi Rp 6,69 di kuartal II-2021.

"Pertumbuhan pasar FMCG (fast moving consumer goods) belum sepenuhnya pulih karena pandemi Covid-19 menyebabkan konsumen masih berhati-hati dalam memilih pola konsumsi di beberapa kategori dasar,” ujar Ira dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis, 22 Juli 2021.

Ia menambahkan, berbagai tantangan tersebut tentunya mempengaruhi tingkat pertumbuhan dari Perseroan. “Kondisi ini masih ditambah dengan kenaikan harga komoditas yang mulai mempengaruhi biaya produk,” ujar dia.

Unilever masih secara meyakinkan memimpin pada 12 kategori industri FMCG, hal ini menunjukan resiliensi perusahaan yang telah 87 tahun beroperasi di Indonesia dalam menjawab berbagai aspirasi konsumen secara cepat.

"Meski paruh pertama 2021 masih penuh tantangan, kami optimis dengan strategi perseroan untuk menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan secara jangka panjang. Kami juga percaya, bersama kita akan melewati masa sulit ini dan perekonomian Indonesia akan kembali bangkit,” tambah Ira.

Strategi

Ilustrasi laporan keuangan. (Photo by Serpstat from Pexels)
Ilustrasi laporan keuangan. (Photo by Serpstat from Pexels)

Ira mengatakan, Perseroan akan lebih fokus pada masa depan, dan menjelaskan bahwa untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut Perseroan memiliki strategi yang menyeimbangkan keberlangsungan bisnis jangka pendek dan jangka panjang.

Ira membeberkan, strategi jangka pendek dan jangka panjang memiliki esensi yang sama karena perubahan pasar yang sangat dinamis. "Keduanya sama penting dan kami manifestasikan menjadi lima strategi prioritas Perseroan," Ira menambahkan.

Lima strategi itu antara lain, pertama, mendorong pertumbuhan pasar melalui stimulasi konsumsi konsumen. Kedua, memperluas dan memperkaya portfolio ke value dan premium segment.

Ketiga, memperkuat kepemimpinan dalam inovasi dan future channel. Keempat, penerapan E-Everything di semua lini termasuk penjualan, operasional, dan penggunaan data. "Serta yang kelima, terakhir menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan," tambah Ira.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel