Unimed Usulkan Tuan MH Manullang Jadi Pahlawan Nasional

Lis Yuliawati, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVAUniversitas Negeri Medan (Unimed) mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan Mangaradja Hezekiel Manullang atau yang lebih dikenal Tuan MH Manullang sebagai pahlawan nasional.

Pencalonan pejuang asal Tanah Batak ini bukan pertama kalinya dilakukan Unimed. Tahun lalu, universitas ini berhasil menjadikan Gubernur Sumatera Utara Pertama Mr. SM Amien sebagai pahlawan nasional.

Rektor Unimed Syamsul Gultom menjelaskan, pencalonan ini layak untuk didukung karena Tuan MH Manullang merupakan tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia asal Sumatera Utara.

"Saya mengimbau semua untuk mendukung dan kerja sama agar Tuan MH Manulang dapat disahkan pemerintah sebagai pahlawan nasional," kata dia dalam diskusi virtual, Sabtu, 13 Maret 2021.

Dia menceritakan, Tuan MH Manullang lahir di Tarutung pada 20 Desember 1887 dan meninggal di Jakarta pada 20 April 1979. Berjuang secara konsisten sejak 1906 menentang kolonialisme di Tanah Batak.

Selain itu, dia menegaskan, Tuan MH Manullang juga berjuang melalui media yang didirikannya, yaitu Sinondang Baru dan Soara Batak. Kemudian, juga lewat Hatopan Kristen Batak (HKB) 1917.

Sementara itu, Guru Besar Unimed Syawal Gulton menambahkan, Tuan MH Manullang juga telah berkontribusi aktif menyusun konsep pendidikan di Indonesia pada 1910.

"Jadi yang diwariskan MH Manullang ini inspirasi yang luar biasa. Dia bisa menjadi living example, teladan, role model. Kapasitas menjelaskan MH Manullang bisa dibaca dari peninggalan tulisan-tulisannya," ujarnya.

Sejarahwan LIPI Asvi Warman Adam menekankan, organisasi HKB yang didirikan Tuan MH Manullang juga pada dasarnya bukan hanya organisasi gereja semata, melainkan juga organisasi politik untuk mendorong kemerdekaan.

Di samping itu, menurut dia, Tuan MH Manullang juga terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan dengan bertemu tokoh-tokoh nasional lainnya, seperti Abdoel Moeis dari Sarekat Islam dan Haji Agus Salim.

"Saya melihat di sini dokumen yang sudah dipersiapkan sudah sangat lengkap dan dilengkapi dokumen Tuan Manullang dipenjarakan Belanda karena melawan ekspansi agraria di Tanah Batak," tutur dia.

Menurutnya, Tuan MH Manullang sudah sangat jelas berjuang sejak 1905 dengan menerbitkan Binsar Sinodang Batak di Padang sejak usia muda. Dia juga melawan pajak langsung dan kerja rodi di Tapanuli Utara 1908.

"Di Sumatera Utara perlawanan itu dilakukan dengan protes terhadap orang-orang yang memungut pajak itu dan ini dilakukan juga oleh Tuan Manullang dengan audiensi ke Gubernur Jenderal Hindia Belanda," ujarnya.