United Tractors Buka Suara Terkait Akuisisi Saham Tambang Emas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Meski menjadi salah satu sektor andalan, PT United Tractors Tbk (UNTR) menegaskan bila pihaknya masih belum memiliki niat untuk divestasi tambang emas pada 2021.

"Jadi sampai saat ini memang belum ada rencana untuk melakukan divestasi. Kami hanya memiliki dua tambang emas saat ini," kata Presiden Direktur PT United Tractors Tbk, Frans Kesuma secara virtual, Kamis (27/5/2021).

Walau demikian, Frans mengaku bila keinginan akuisisi tetap dimiliki perusahaan. Hanya saja banyak persyaratan yang perlu dipenuhi.

"Keinginan untuk akuisisi tetap ada, sebenarnya penawaran untuk tambang emas juga banyak, tapi memang untuk mencari yang benar-benar sesuai itu tidak mudah, karena tambang emas itu berbeda dengan batubara dari sisi data-data yang dibutuhkan, dalam hal ini eksplorasi," ujarnya.

Frans mencontohkan bila teknik yang digunakan untuk melakukan penambangan juga berbeda antara emas dan batu bara. Oleh karena itu, dokumen yang perlu dipersiapkan juga tak sama.

"Sebagai contoh kalau batu bara itu pengeboran biasanya tegak lurus tapi kalau emas tidak pernah lurus. Emas juga tidak hanya jumlah, tapi ada banyak tipe-tipenya. Kita juga tahu, kalau Indonesia bukan surga untuk emas," tuturnya.

United Tractors juga mengaku bila pihaknya memiliki kriteria khusus terkait tambang emas, salah satunya jenis emas yang ingin didapatkan. "Kami memiliki kriteria khusus untuk jenisnya, jadi enggak mau sembarangan saja," tegasnya

Prediksi Kontribusi Tambang Emas pada 2021

United Tractors turut membantu korban gempa Donggala dan Palu di Provinsi Sulawesi Tengah.
United Tractors turut membantu korban gempa Donggala dan Palu di Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, resmi merambah tambang emas sejak 2015, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengaku sektor ini menjadi salah satu pendorong kinerja perusahaan saat pandemi terjadi pada 2020.

Meski demikian, Presiden Direktur PT United Tractors Tbk, Frans Kesuma memprediksi ada penurunan kontribusi di sektor ini sepanjang 2021.

"Kontribusi emas di United Tractor memang cukup tinggi, yakni 38 persen. Namun, tahun ini diprediksi akan turun," katanya secara virtual, Kamis (27/5/2021).

Dalam penjelasannya, Frans menyebut, penurunan yang terjadi bukan karena kinerja d sektor ini mengalami kemunduran, tetapi adanya kenaikan di beberapa sektor lain seperti batu bara.

"Bukan karena tambang emas yang turun tapi karena sektor lain yang naik, seperti coal mining. hal ini terjadi karena komoditas telah mengalami perbaikan," ujarnya.

Sepanjang 2021, Frans memprediksi bila tambang emas hanya mampu berkontribusi sebanyak 29 hingga 30 persen. "Tambang emas tetap stabil saat yang lain naik," tuturnya.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT United Tractors Tbk membukukan pendapatan Rp 17,9 triliun pada kuartal I 2021. Realisasi pendapatan itu turun dua persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp18,31 triliun.

Kontribusi pendapatan terbesar disumbangkan kontraktor penambangan yang mencapai 39 persen. Lalu disusul mesin konstruksi sebesar 24 persen, pertambangan batu bara sebesar 22 persen, pertambangan emas 13 persen dan industri konstruksi sebesar 2 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini